Menu

Tantangan Ramadhan bagi Muslim Rohingya

Tantangan Ramadhan bagi Muslim Rohingya

Selasa, 01 Juli 2014

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK– Kaum Muslim Rohingya saat ini dihadapkan pada kenyataan mengenaskan. Mereka dipaksa untuk pergi dari Myanmar dan banyak dari mereka berakhir menjadi korban gang jual beli manusia.  Hal ini terungkap dalam seminar tentang “Solusi Rohingya untuk Perlindungan Lebih Baik” di Bangkok, Kamis (26/6).

Seperti dilansir Democratic Voice of Burma (DVB), Htay Lwin Oo dari Gerakan Hak-Hak Sipil untuk Myanmar yang bertempat di New York mengatakan, ada bukti kuat bahwa suku Rohingya telah tinggal di Kota Arakan selama 300 tahun sebelum Myanmar terbentuk dan pemerintah Myanmar harus menerima kenyataan ini, bukan malah mengusir mereka dari rumahnya sendiri.

“ASEAN dan komunitas dunia harusnya tidak tinggal diam atas genosida terhadap masyarakat Rohingya yang terjadi di Myanmar” kata Htay.

Kandidat parlemen untuk Partai Kesatuan National Pembangunan (UNDP) mengatakan, dia akan melihat Naypydaw mengetahui isu etnik adalah masalah yang perlu dipecahkan secara politik, bukan dengan cara lain.

Tahay juga meminta Thailand dan Bangladesh memberikan bantuan kemanusiaan selain mengatasi masalah perdagangan manusia. Abdul Kalam, Kepala Asosiasi Rohingya di Thailand mengajak junta militer Thailand untuk bekerja dengan orang-orang Rohingya untuk membantu menyelesaikan masalah jual beli migran Rohingya.

“Jika perspekstif (junta Thailand) diperluas dengan lebih terlibat dengan masyarakat sipil, dalam tiga atau enam bulan kepemimpinan militer seharusnya dapat memutus jaringan perdagangan dalam dan luar negeri.” kata dia. “Mereka telah memangsa umat Muslim Rohingya ,” kata Kalam.

Dia berharap rezim militer akan merombak sistem manajemen tenaga kerja, pendaftaran dan status hukum dari semua jenis imigran di Thailand. Pol Col Prayuth Chommalee, wakil komandan Divisi Biro Imigrasi Thailand 6, mengatakan kurangnya kebijakan yang jelas tentang pengungsi Rohingya telah menghambat penyelesaian masalah imigran gelap.

Meskipun ia mengatakan jumlah Rohingya yang ditahan telah turun setengah tahun ini jika dibandingkan tahun lalu, biro imigrasi masih diperlukan untuk membantu mengurus para migran dengan benar. “Dengan semakin dekatnya puasa Ramadhan, kita perlu menyediakan makanan halal untuk mereka dan kegiatan keagamaan,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional