Menu

Mitos-mitos Keliru Seputar Membersihkan Gigi dengan Mouthwash

Mitos-mitos Keliru Seputar Membersihkan Gigi dengan Mouthwash

Jakarta – Membersihkan gigi secara rutin setiap hari penting dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Selain rajin, cara yang dilakukan saat membersihkannya juga harus benar. Sayangnya banyak mitos seputar kesehatan gigi yang belum terbukti kebenarannya, tapi dipercaya banyak orang.

Survei yang dilakukan TePe, retailer produk perawatan gigi dan gusi menunjukkan masih banyak orang yang tidak tahu cara memelihara kesehatan mulut yang benar. Sebanyak 20 persen orang yang disurvei mengaku hanya menyikat gigi satu kali sehari, sementara yang dianjurkan para ahli adalah dua kali sehari. Sementara 45 persen responden bahkan tidak tahu tentang flossing dan dental floss yang juga perlu dilakukan untuk membersihkan sela-sela gigi setelah menyikat.

Salah satu mitos yang palinh sering keliru adalah tentang cara penggunaan mouthwash atau obat kumur. Mouthwash umumnya berfungsi untuk mencegah pembentukan plak, membunuh bakteri yang tak terjangkau hanya dengan menyikat gigi juga sebagai penyegar napas.

Banyak orang menganggap fungsi dan kandungan di dalam setiap produk mouthwash sama, padahal, sama seperti pasta gigi, obat kumur juga mengandung bahan aktif yang berbeda-beda. Sehingga penggunaannya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi gigi.

Beberapa produk mouthwash ada yang mengandung bahan yang mungkin tidak cocok untuk semua orang. Orang yang mengalami kekeringan pada mulut, sariawan atau gigi dan mulut sensitif sebaiknya tidak menggunakan mouthwash yang mengandung alkohol.

Kandungan alkohol dalam mouthwash akan membuat area di rongga mulut semakin kering sehingga lebih rentan terkena gusi berdarah. Selain itu terlalu sering berkumur dengan produk mengandung alkohol juga berpotensi memicu perkembangan bakteri di dalam mulut.

Perlu diketahui, mouthwash bukanlah produk yang bisa menyingkirkan timbunan plak pada gigi, seperti yang dipercaya 78 persen responden. Fungsi mouthwash umumnya hanya sebagai penyegar napas dan mencegah terjadinya pembentukan plak. Sedangkan untuk menyingkirkan plak yang belum terlanjur menjadi karang keras hanya bisa dilakukan dengan menyikat gigi, flossing dan pembersihan karang secara berkala ke dokter spesialis.

sumber: http://wolipop.detik.com/read/2014/09/29/080131/2703720/1135/mitos-mitos-keliru-seputar-membersihkan-gigi-dengan-mouthwash

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional