Menu

Pasar Pariwisata Bali Mulai Bergeser

Pasar Pariwisata Bali Mulai Bergeser
Para penari Adimerdangga dari Gianyar menyemarakkan upacara Peletakan Batu Pertama Proyek Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bukit Ungasan, Bali, Jumat (23/8/2013). Rencananya, dalam tiga tahun ke depan di tempat tersebut akan berdiri sebuah monumen yang memiliki ketinggian 126 meter dan lebar 64 meter.

DENPASAR, – Pelaku pariwisata menilai kepariwisataan di Bali telah mengalami pergeseran segmentasi dari budaya kini cenderung ke pelancongan belanja dan hiburan. “Sekarang pariwisata Bali ada pergeseran. Kami melihat pada 25 tahun lalu tamu dari Eropa datang untuk menikmati budaya, tetapi sekarang tinggal lebih lama untuk ‘shopping’ dan hiburan malam. Namun masih ada yang menikmati makanan dan ada juga menikmati semua pilihan,” kata Ketua Bali Hotels Association (BHA) Jean Charles le Coz pada acara “Selasa Pariwisata” di Denpasar, Selasa (30/9/2014).

Dia mengharapkan agar pariwisata Bali tetap menghidupkan budaya agar wisata belanja dan hiburan malam tidak menutupi keaslian pariwisata Pulau Dewata yang bernafaskan budaya.

Tak hanya itu, dari segi kualitas wisatawan yang datang juga mengalami pergeseran salah satunya untuk pemilihan sarana akomodasi pariwisata.

“Dulu tamu yang menginap di bintang lima, sekarang memilih bintang dua atau tiga. Kebanyakan dari Jakarta dan Singapura yang tidak menikmati budaya tetapi untuk bisnis atau relasi teman,” ucapnya.

Taman Ujung di Karangasem, Bali.

Di sisi lain, Bali kini dihadapkan dengan persaingan ketat dengan sejumlah negara tetangga seperti Singapura dan Thailand khususnya untuk industri meeting, incentive, conference, dan exhibition (MICE).

General Manager Pacific World Nusantara, Ida Bagus Surakusuma atau yang akrab disapa Gus Lolec mengatakan upaya pelaku pariwisata yang bergerak di bidang MICE di Bali untuk merebut pasar itu sangat besar.

Ia menilai bahwa industri MICE di Pulau Dewata masih jauh kalah dibandingkan negara tetangga itu meskipun fasilitas di Bali representatif. “Bali masih oke (untuk MICE), tetapi kita kurang approach (pendekatan) dari pemerintah daerah untuk memasuki pasar MICE,” ucap pelaku pariwisata yang juga pelukis itu.

Meski demikian, dunia patut berbangga dengan prestasi yang ditorehkan pulau kecil ini.

Wisatawan di Pantai Seminyak, Bali, Minggu (6/4/2014).

Tahun 2014 untuk beberapa kali, Pulau Dewata kembai dinobatkan sebagai “Best Island” di Asia oleh “Travel and Leisure”, salah satu majalah pariwisata dunia melalui survei yang diberikan kepada para pembaca dari seluruh dunia.

Penghargaan itu disambut postif oleh kalangan pariwisata di Pulau Dewata karena penghargaan itu menilai aneka pilihan wisata mulai dari keindahan alam, kuliner tradisional dan budaya yang masih memiliki ciri khas.

sumber: http://travel.kompas.com/read/2014/10/01/113100427/Pasar.Pariwisata.Bali.Mulai.Bergeser

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional