Menu

Lewat Pantura, Pemudik Motor Wajib Berhenti di 4 Titik

Lewat Pantura, Pemudik Motor Wajib Berhenti di 4 Titik

BANDUNG, KOMPAS.com — Pada musim mudik 2015, Polda Jabar memberlakukan kanalisasi sepeda motor yang akan mudik melewati jalur pantura (pantai utara). Pemudik akan masuk Karawang dan keluar di Cikalong atau sepanjang 53 km.

Selain itu, pemudik wajib berhenti di empat check point atau titik pemberhentian yang telah disediakan.

“Empat check point berada di Bekasi, Subang, Indramayu, dan Brebes,” ujar Kapolda Jabar Irjen Moechgiyarto seusai Apel Gelar Pasukan Lodaya Ketupat di Lapangan Gasibu, Bandung, Kamis (9/7/2015).

Moechgiyarto menjelaskan, pemberlakuan check point ini untuk mengurangi kecelakaan. Sebab, dari hasil evaluasi, jumlah kecelakaan terbanyak pada musim mudik Lebaran 2014 lalu didominasi sepeda motor, sedangkan daerah penyumbang kecelakaan terbanyak ada di jalur pantura.

“Karena itu, untuk sementara, yang ada check point hanya jalur pantura. Di empat lokasi ini, pengendara motor wajib berhenti,” tuturnya.

Di area check point, tempat istirahat ataupun pelayanan kesehatan disediakan. Jadi, pemudik, terutama yang lelah, bisa beristirahat untuk menyegarkan kembali fisiknya dan siap melanjutkan perjalanan.

Selain itu, pengemudi motor yang kelebihan muatan akan diingatkan oleh kepolisian. Pihaknya akan mencatat identitas pemudik. Bila membahayakan, maka muatan tersebut akan diturunkan. Bagi pemudik yang menggunakan jalur selatan, Moechgiyarto mengatakan agar pemudik tidak perlu khawatir.

Meskipun tidak ada check point, pemudik bisa memanfaatkan pos pengamanan dan pos pelayanan polisi.

“Kami menyiapkan 299 pos pengamanan dan 33 pos pelayanan, serta tiga pos utama yang berada di Nagreg, Cikopo, dan Kanci. Pos-pos tersebut bisa dimanfaatkan pemudik karena dilengkapi dengan tempat istirahat, bengkel, hingga pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Untuk jalur kereta api, pihaknya menurunkan personel di dalam kereta, jalur kereta, termasuk pintu perlintasan yang tidak dijaga. Polisi pun fokus pada daerah rawan macet, seperti Simpang Jomin dan Simpang Mutiara, Nagreg, dan Lelesa.

“Penyebab macet macam-macam. Ada pasar, manusia nyebrang suka-suka,” tutupnya.

Menurut berita sebelumnya, dalam Operasi Ketupat Lodaya tahun ini, sebanyak 31.912 personel gabungan diturunkan di Jawa Barat. Jumlah itu terdiri dari 20.107 personel Polda, 3.390 personel dari TNI, serta dari pemerintahan sebanyak 6.125 personel, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan. Dukungan lainnya dari masyarakat, sebanyak 2.280 orang, antara lain dari Pramuka.
Penulis :Kontributor Bandung, Reni Susanti
Editor :Caroline Damanik

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional