Menu

Kesepakatan Damai Myanmar dan Separatis

Kesepakatan Damai Myanmar dan Separatis

Kesepakatan genjatan senjata terjadi antara Pemerintah Myanmar dengan delapan kelompok etnis bersenjata. Meski kesepakatan genjatan tidak disepakati oleh semua kelompok militan yang berjumlah 15 kelompok, kesepakatan ini menjadi akhir dari konflik berkepanjangan yang terjadi di Myanmar.

Setelah perundingan yang memakan waktu lebih dari dua tahun, kesepakatan penandatanganan gencatan senjata akan dilakukan hari ini di Naypyitaw, disaksikan oleh para diplomat asing, pejabat militer dan para pemimpin kelompok bersenjata.

Perwakilan kelompok entnis bersenjata yang menandatangani kesepakatan antara lain Serikat Nasional Karen (SNK). kelompok ini merupakan kelompok bersenjata paling tua di Myanmar dan telah melakukan pemberontakan selama 70 tahun.

Seperti di kutip dari laman Reuters , Kamis (15/10/2015) Dalam pernyataannya, KNU mengemukakan bahwa “perundingan damai akan menghapuskan perang saudara dan membangun perdamaian sejati.”

Dalam kesepakatan damai semua kelompok yang ikut dalam gencatan senjata dihapuskan dari daftar organisasi terlarang.

Adapun penolakan gencatan senjata salah satunya berasal dari Tentara negara Wa Serikat, kelompok separatis paling lengkap persenjataan dan terbesar.

Seperti di kemukakan salah satu pejabat Pemerintah Myanmar bahwa dua kelompok separatis yang beroperasi di wilayah perbatasan Myanmar dengan China menolak perundingan damai karena di tekan oleh Pemerintahan China. (ed – Arif Rahman)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional