Menu

Paket Ekonomi Jilid IV : Harapan Baru Bagi Buruh

Paket Ekonomi Jilid IV : Harapan Baru Bagi Buruh

Paket kebijakan ekonomi jilid IV yang diluncurkan pemerintah diharapkan menambah sentimen positif bagi perekonomian nasional ke depan karena dapat menyangga tenaga kerja Indonesia.

Dalam rilis paket kebijakan ekonomi jilid IV, Kamis (15/10/2015) Pemerintah membuat formulasi baru penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang menggunakan perhitungan baru yaitu upah buruh bisa naik tiap tahun dengan mengikuti laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan dengan penghitungan upah buruh setiap tahun menggunakan formula Upah Minimum Provinsi (UMP) dikalikan dengan hasil penjumlahan angka pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi menjadikan perhitungan kenaikan ump menjadi pasti.

“Jadi, misalnya inflasi tahunan 5 persen dan pertumbuhan ekonomi 5 persen maka UMP akan dikalikan 10 persen,” katanya saat mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid IV di Istana Negara, Kamis (15/10).

Pemerintah menilai formulasi baru penentuan UMP kali ini adil bagi seluruh pihak, baik dari buruh maupun pengusaha.

Dari sisi buruh akan mendapatkan kepastian jaring pengaman (safety net) terhadap pemenuhan kebutuhan sedangkan bagi pengusaha dan investor, akan mendapatkan kepastian kenaikan upah buruh yang harus dibayarkan.

Darmin menilai formulasi baru upah buruh kali ini lebih sederhana, bahkan lebih baik dari negara-negara maju

“Di mayoritas negara maju, pertumbuhan ekonomi tidak dimasukkan (sebagai variabel) karena pertumbuhan ekonomi dianggap kontribusi pengusaha. Tapi di kita tidak bisa seperti itu,” ujar Darmin. (ed- Ratnasari)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional