Menu

Penuhi Program 35.000 MW, Pertamina Gandeng Sojitz

Penuhi Program 35.000 MW, Pertamina Gandeng Sojitz

Ambisi membangun pembangkitan listrik sebesar 35 ribu MW dalam lima tahun menjadikan pemerintah kerja keras dalam merealisasikan proyek yang ambisius.

Dalam upaya pemenuhan proyek tersebut, Pertamina (Persero) menggandeng Sojitz Corporation dan PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara untuk membangun pembangkit listrik berbahan bakar gas (PLTG) berkapasitas 250 Megawatt (MW) di Sumatera Utara.\

Pasokan gas untuk pembangkit listrik bersumber dari terminal LNG Arun di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. SVP Gas and Power Pertamina Djohari Angga Kusumah menyatakan, Pertamina dan para mitranya ingin berkontribusi nyata untuk mengatasi krisis energi di Sumatera Utara melalui pembangunan Independent Power Producer (IPP) tersebut.

Proyek dengan nilai investasi US$ 250 juta dan ditargetkan rampung pada tahun 2019 ini berambisi untuk menanggulangi kekurangan pasokan listrik Sumatera Utara yang masih kekurangan pasokan listrik sebesar 700-800 MW. Alhasil, provinsi tersebut hingga kini mengalami pemadaman bergilir.

‚ÄúPertamina ingin berperan lebih untuk dapat membantu pemerintah dan pemerintah daerah mengatasi krisis energi di wilayah Sumatera Utara,” katanya saat penandatanganan nota kesepahaman kerjasama Pertamina dengan Sojitz dan PT Pembangunan Prasarana di Gedung Pertamina, Jakarta, Jumat (16/10).

Bagi Pertamina, pembangunan pembangkit listrik itu juga merupakan upaya untuk optimalisasi pemanfaatan fasilitas Arun Receiving, Hub, & Regasification LNG Terminal di Aceh serta pipa transmisi gas open access Arun-Belawan. Fasilitas gas milik Pertamina itu telah mengalirkan gas sekitar 90 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk pembangkit listrik PLN di Belawan (ed-Ratnasari)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional