Menu

Ruki: KPK Harus Di Tanya Dalam Revisi UU KPK

Ruki: KPK Harus Di Tanya Dalam Revisi UU KPK

Polemik rancangan Revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai polemik, pihak yang setuju bergeming Revisi di butuhkan untuk menguatkan sedangakan pihak yang kontra berpendapat, revisi menjadikan KPK semakin lemah.

KPK berpendapat harusnya UU KPK kalau direvisi untuk menguatkan dan bukan melemahkan. Pandangan ini disampaikan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki dalam acara Pelatihan Bersama Aparat Penegak Hukum 2015 di Denpasar, Senin (19/10/2015).

“Revisi dapat dilakukan, tapi tolong digarisbawahi, dalam rangka perkuatan dan bukan pelemahan. Sebaiknya ditanya kepada orang-orang KPK, apa kekuatannya?” kata Ruki.

Ruki menegaskan bahwa apabila harus di revisi maka haru berkoordinasi dengan KPK yang tahu banyak soal bagaimana kekuatan dan kelemahan KPK.

“Apa kekuatannya? Bagaimana kita memperkuat? Bagaimana menutupi kelemahan? Bukan dengan pikiran-pikiran liar,” tegas dia.

Empat poin yang disampaikan Ruki adalah, perlunya adanya Dewan Pengawas KPK. Lalu, tidak ada perkara di KPK yang bebas dari putusan pengadilan. Kemudian, soal penyidik independen KPK, dan soal penyadapan.  Dia mengatakan, semua akan diatur dengan undang-undang yang menguatkan KPK.

Hal ini pun, kata Ruki, sekaligus menegaskan bahwa KPK bukan pesaing penegak hukum lainnya, yakni Polri maupun Kejaksaan Agung (ed Rafli)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional