Menu

Banyuwangi kembali gelar Ethno Carnival 2015

Banyuwangi kembali gelar Ethno Carnival 2015

 

Banyuwangi Ethno Carnival (2015) kali ini mengangkat tema ‘Kemanten Using’ berlangsung semarak.Tema diambil dari Kolaborasi budaya Modern dan Tradisional tanah Blambangan ini menyuguhkan nuansa etnik using yang sangat kental.

Campuran tradisional dan moder di beri tema ‘The Usingnese Royal Wedding’ dengan suguhkan bagaimana busana pengantin Banyuwangi dengan kostum megah bak karnaval di Rio De Jeneiro, Brazil.

‘The Usingnese Royal Wedding’ mengambil latar Taman Blambangan yang disulap seperti pelaminan raksasa lengkap dengan Gebyok kayu berhiaskan aneka bunga serta alunan gamelan manten.

Dimulai dengan prosesi ‘Perang Bangkat’. Ritual perang bangkat merupakan prosesi padu-paduan’ atau sahut-menyahut antar perwakilan keluarga kedua mempelai. Meskipun berkesan seperti berkonflik sebenarnya ini adalah cara para keluarga yang ingin agar anak mereka bisa dipersatukan.

Dua orang menggunakan pakaian berwarna hitam ini berperang masing-masing membawa sebilah golok. Atau disebut juga dengan‘Padu-paduan’..

Dalam kemanten Using Banyuwangi ada tiga jenis pengantin yakni Sembur Kemuning, Mupus Braen Blambangan, dan Sekar Kedaton Wetan. Jenis pengantin dapat dibedakan berdasarkan busana yang dikenakan oleh kedua mempelai.

BEC 2015 ini semakin apik dengan gerakkan para penari gandrung yang memenuhi pelaminan raksasa di Taman Blambangan itu.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, gelaran BEC ini sebelumnya pernah ditentang oleh sejumlah budayawan lokal.

“Dulu memang sempat ada pertentangan karena ke khawatiran BEC akan menggerus budaya lokal. Namun setelah dilakukan penjelasan bahwa BEC ini adalah jembatan antara budaya tradisional dengan budaya modern. Sehingga BEC ini dapat digelar untuk yang kelima kalinya,” kata Anas. (ed – Ihsan Kurniawan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional