Menu

Startup sebagai Penggerak Ekonomi Indonesia

Startup sebagai Penggerak Ekonomi Indonesia

Munculnya bisnis start up dapat mendorong ekonomi negara. Semakin besarnya bisnis startup seperti Gojek dapat membuka lapangan pekerjaan yang efeknya dapat menanggulangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tidak hanya gojek, aplikasi seperti game memberikan efek ekonomi yang tidak kecil. Indonesia sendiri masih punya banyak peluang untuk mengembangkan ekonomi berbasis aplikasi seperti ini atau app economy. Ada banyak developer potensial, infrastruktur memadai dan pasar internal untuk aplikasi tersebut pun berukuran ratusan juta jiwa.

Selain itu pembuatan aplikasi memang cenderung lebih sederhana jika dibandingkan dengan usaha mengembangkan industri hardware atau manufaktur. Aplikasi membutuhkan modal fisik yang cenderung kecil, koneksi internet yang cukup lancar, dan orang-orang yang menguasai bidang tersebut.

Sementara itu, hasil riset Progressive Policy Institute yang dipresentasikan oleh Michael Mandel dalam diskusi Impact of Apps Economy for Job Creation and Creativity in Indonesia, September lalu menunjukkan besarnya potensi app economy.

Riset yang dimaksud berusaha mengukur nilai rata-rata jumlah lowongan kerja terkait pengembangan aplikasi Android dan iOS melalui mesin pencari kerja bernama Indeed.

Hasilnya menunjukkan bahwa Tanah Air berada di peringkat ketiga dalam potensi app economy, sedangkan peringkat pertama dan kedua diduduki oleh Vietnam dan Singapura. Total terhitung ada sekitar 22.000 lowongan pekerjaan terkait pengembangan aplikasi di Indonesia.

Dengan makin berkembangnya kebutuhan aplikasi, tentu lowongan pekerjaan di bidang ini semakin banyak. Dan ekosistem app economy, yang terdiri dari lowongan pekerjaan, eksistensi perusahaan, dan pemasukan yang terhubung ke produksi serta distribusi aplikasi mobile akan semakin berkembang (ed- Ihsan Kurniawan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional