Menu

Ekonomi Kreatif Indonesia diminati Investor AS

Ekonomi Kreatif Indonesia diminati Investor AS

Kunjungan Presiden Jokowi ke Amerika Serikat mampu menarik investor AS ke Indonesia. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat (AS) berhasil menjaring minat investasi dari sejumlah investor di negara tersebut terutama Ekonomi Kreatif

Kepala BKPM Franky mengatakan minat investor AS di sektor ekonomi kreatif ini mencapai US$ 40 juta atau setara Rp 500 miliar dengan kurs Rp 12.500.

Minat itu disampaikan dalam pertemuan satu per satu (one-on-one meeting) setelah kegiatan “Investment Summit” di Washington DC.

“Jadi, minat investasi tersebut di luar dari kesepakatan bisnis senilai US$ 2,4 miliar yang sebelumnya telah diumumkan oleh pemerintah. Dalam one on one meeting terdapat perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi kreatif menyampaikan minat investasi mereka senilai US$ 40 juta,” katanya, Rabu (28/10).

Franky menjelaskan perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi kreatif tersebut merupakan perusahaan di bidang inovasi digital dan media hiburan.

“Ini akan kita kawal karena positif dalam upaya untuk melakukan diversifikasi sektor investasi dari AS yang masih didominasi oleh sektor pertambangan,” katanya.

Sebelum mempercepat kepulangannya ke Tanah Air, Presiden Jokowi telah menyaksikan pengumuman dan penandatanganan kesepakatan-kesepakatan bisnis “Business to Business” antara perusahaan-perusahaan AS dengan Indonesia.

Kesepakatan bisnis yang diumumkan itu akan direalisasikan dalam jangka waktu satu hingga lima tahun sejak 2015 senilai US$ 2,4 miliar.

Proyek bisnis itu terdiri atas bidang usaha industri minuman ringan dan distribusinya, industri pakan ternak dan pemanis dari jagung, industri remanufaktur suku cadang alat berat, pembangkit listrik, industri percetakan uang logam dan pengaman uang kertas.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional