Menu

Risma Raih Bung Hatta Award 2015

Risma Raih Bung Hatta Award 2015

Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) 2015 memberikan penghargaan kepada Mantan walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Batang, Jawa Tengah Yoyok Riyo Sudibyo

Keduanya dipilih karena dinilai memiliki integritas dan melakukan inovasi di sektor pelayanan publik.

“BHACA memberikan penghargaan kepada 2 individu yang berintegritas tinggi dan dinilai berhasil. Melakukan inovasi dalam sektor pelayanan publik dan birokrasi pemerintah,” kata salah satu dewan juri BHACA 2015 Endy M. Bayuni dalam jumpa pers di kafe Bakoel Koffie, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2015).

Keterangan Pers juga dihadiri oleh etua Dewan Pengurus Harian BHACA Natalia Subagjo dan 2 orang pengurus lainnya.

Proses Pemilihan kedua nama tersebut melalui proses yang panjang. Panitia meminta masukan dari masyarakat sejak bulan Maret dan diseleksi hingga menjadi 16 nama. Nama-nama yang diajukan boleh dari pejabat, pegawai BUMN, aktivis, politisi hingga kepala daerah.

Panitia juga melibatkan KPK, kepolisian, Ombudsman untuk mendapat informasi terkait rekam jejak nama-nama yang sedang diseleksi. Dari 16 nama tersebut dipilih 6 nama tokoh dan kembali diseleksi hingga nama kedua kepala daerah tersebut terpilih.

Kriteria penerima BHACA pun sangat ketat yakni bersih dari praktek korupsi, tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan dan jabatannya, tidak menyuap atau disuap serta berperan aktif memberikan inspirasi atau mempengaruhi masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

Risma dinilai berhasil membangun Surabaya menjadi kota cantik dan tertata serta pembuatan sistem e-procurement dan e-goverment membuat kontrol pengeluaran dinas-dinas menjadi lebih mudah serta mencegah praktek korupsi.

“Selain bersih lingkungan fisiknya, Surabaya juga bersih tanpa korupsi dalam tata kelola pemerintahan,” sambungnya.

Sementara itu, Yoyok dipilih karena sejak menjabat 2012, ia sudah membuat Surat Pernyataan Bupati Batang tidak meminta proyek dengan mengatasnamakan pribadi, keluarga atau kelompok. Selain itu, ia juga membuat festival anggaran agar seluruh perencanaan anggaran dipamerkan pada masyarakat. Ia juga menggandeng Transparency International Indonesia (TII), ICW dan KPK untuk sistem birokrasi yang lebih bersih. (ed-Ihsan Kurniawan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional