Menu

Luar Biasa, Siswa SD Berjalan 7 Km Ke Sekolah Sambil Jualan Molen

Luar Biasa, Siswa SD Berjalan 7 Km Ke Sekolah Sambil Jualan Molen

topikterkini.com – Siswa SD berjalan 7 km ke sekolah sambil jualan molen. Sebuah perjuangan yang sangat luar biasa. Demi membantu perekonomian keluarga dan bisa bersekolah, Bintang Febri Riam Saputra harus bersekolah sambil menjual molen.

Bintang merupakan siswa kelas III SDN 07 Semanai. Ekonomi keluarga yang sulit serta keinginan yang kuat untuk tetap bersekolah membuat Bintang harus melakukan pekerjaan sampingan yakni berjualan kue molen sepanjangan perjalanannya ke sekolah. 

Dari empat bersaudara, hanya Bintanglah yang masih mengenyam bangku pendidikan. Kakaknya Riska Amelia putus sekolah sedangkan dua adiknya Riski Kurniawan Alfaros dan Radit Aditya Teguh Wijaksono masih belum masuk usia sekolah. Sebagai satu-satunya yang duduk dibangku sekolah, Bintang harus mempertahankan predikat siswa walaupun harus mengurangi masa bermainnya.

Sebagai siswa SD berjalan 7 km ke sekolah sambil jualan molen tentunya bukanlah hal yang mudah dilakukan. Tiap pagi Bintang harus berjalan kaki sejauh tujuh kilo meter (pulang pergi). Beban dalam tasnya tak lagi terasa. Keringat yang bercucuran setiap harinya pun serasa biasa. Di tangannya menggenggam tas plastik yang berisi molen untuk dijual. Tak ada rasa malu di benaknya. Cita-cita sebagai guru terus dia perjuangkan walaupun harus menyusuri jalan yang berlumpur dan jauh.

Ketika ditanya seorang wartawan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), bocah ini menutukan bahwa tiap hari dirinya selalu membawa 20 hingga 30 kue untuk dijual. Kue yang dijual seharga seribu rupiah itu kadang masih bersisa. Hasil penjualan kue itu dibuat untuk belanja kadang juga untuk jajan di sekolah.

Sulitnya perekonomian yang dialami keluarga Bintang tidak membuat dirinya putus asa. Anak dari pasangan Edison dan Rustini ini menyebutkan bahwa dirinya belum lama di perkampuangan transmigrasi. Tepatnya di perkampuangan transmigrasi, Dusun  Semanai, Desam Simpangan Tiga, Sukadana. Saat ini orang tuanya sedang menggarap sawah. Sehingga untuk hasilnya masih belum bisa dirasakan. Untuk itulah Bintang harus menjual kue demi membantu perekonomian keluarga.

 Seorang motivator kampuang transmigrasi juga membenarkan kisah hidup Bintang. Sahperi bercerita kalau dirinya pernah membonceng Bintang ke sekolah. Namun sebelum masuk area persawahan, Bintang minta diturunkan karena dia masih ingin berjualan kue sebelum tiba di sekolah. Menurut Sahperi yang merupakan Kasi Kesejahteraan Pemerintah Desa Simpang Tiga menyebutkan bahwa alasan keluarga Edison dan Rustini (orang tua Bintang) transmigrasi dari Lampung karena memang di sana tidak memiliki tempat tinggal. Sehingga untuk melangsungkan di kehidupan baru, warga transmigrasi ini harus membuka lahan. Jadi sangat wajar jika keluarga Bintang saat ini kesulitan ekonomi karena belum menikmati hasil bersawahnya. (sumber: jpnn.com)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional