Menu

Real Count Pilgub DKI Berubah, Ini Penjelasan KPU

Real Count Pilgub DKI Berubah, Ini Penjelasan KPU

Topikterkini.com – Real Count Pilgub DKI berubah kemarin (jumat, 17/2/2017). Padahal persentase data yang masuk sudah 100 persen. Kejadian ini sontak menghebohkan masyarakat yang mengikuti hasil Pilgub DKI versi real atau nyata. Mengetahui perubahan data di Real Count, KPU segera mencari tahu penyebabnya serta langsung melakukan konfirmasi mengenai perubahan data real tersebut.

Setelah melakukan kroscek mengenai perubahan tersebut, Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menjelaskan bahwa terjadi kesalahan dalam proses pengentrian. Sehingga harus diperbaiki dan menyebabkan data yang sudah tayang tersebut mengalami perubahan kendati sudah 100%.

Hadar Nafis Gumay menjelaskan bahwa Sistem Perhitungan atau Sistung KPU petugas melakukan scanning dan entry data berdasarkan salinan C1 yang dieroleh dari tiap TPS. Namun operator yang juga merupakan manusia biasa bisa saja melakukan kesalahan dengan mengentri yang tidak sesuai dengan salinan C1. Kesalahan tersebut baru diketahui pada hari Jumat kemarin. Setelah dikoreksi ternyata benar adanya, dan langsung dibenahi kesalahan yang di entry oleh operator tersebut.

Kekeliruan entry jumlah suara terjadi di dua TPS, yakni TPS 12 Tanjung barat dan TPS 10 Pelampang. Di TPS 12 Tanjung Barat Jagakarsa, Jakarta Selatan, kekeliruan terjadi pada suara terhadap calon nomor 2 pasangan Basuki Tjahaja Purnama dengan DJarot Saiful Hidayat. Pada suara yang diperoleh pasangan Ahok-Jarot tersebut tercatat 236 suara. Padahal pada salinan C1 jumlah suara yang diperoleh Ahok dan Djarot adalah 286.

Berbeda dengan TPS 12 Tanjung Barat, di TPS 10 Pelampang terjadi kekeliruan pada pasangan calon nomor 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Hasil suara Anis dan Sandi terentri 7.266 sedangkan perolehan di salinan C1 sebanyak 266 suara. Tingginya selisih kesalahan entry yang terjadi ini menyebabkan perbedaan yang sangat mencolok.

 

Menyikapi hal tersebut, Hadar Meminta maaf atas kesalahan yang terjadi pada proses entry hasil suara tersebut. Hadar juga menjelaskan bahwa hasil final perolehan suara tidak berdasarkan perolehan hitung cepat yang dilakukan KPU, namun berdasarkan perhitungan bertingkat dan manual. Untuk hasil perolehan suara akhir secara resmi baru dijadwalkan tanggal 25-27 Februari mendatang. 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional