Menu

Mengenal Resimen Cakrabirawa Atau Tjakrabirawa Hingga Berubah Nama Menjadi Paspampres

Mengenal Resimen Cakrabirawa Atau Tjakrabirawa Hingga Berubah Nama Menjadi Paspampres

Topikterkini.com – Resimen Cakrabirawa atau jaman dulu dikenal dengan tulisan Tjakrabirawa adalah pasukan yang sengaja dibentuk untuk mengawal presiden. Namun pada masa Gerakan G30S PKI, Resimen Cakrabirawa dikenal sebagai satuan yang menjemput dan membunuh jenderal.

Resimen Cakrabirawa sejatinya sudah ada sejak sebelum Kemerdekan yang memiliki tugas mengawal presiden. Dulu pasukan ini disebut sebagai Polisi Istimewa atau Tokubetsu Keisatsu Tai. Di Jakarta Raya, nama kesatuan ini disebut sebagai Polisi Macan.

Tugas dari Polisi Istimewa ini adalah untuk mengawal residen. Seperti halnya ketika pelaksanaan Proklamasi kemerdekaan, mengawal presiden di Lapangan IKADA, serta pada saat Presiden dan wakil presiden melakukan perjalanan dari Jakarta ke Jokjakarta pada tanggal 3 Januari 1946.

Setelah itu dibentuklah Kesatuan Khusus bernama Pasukan Pengawal presiden (PPP) yang dikomandani Mangil. PPP ini memiliki tugas melindungi melindungi Presiden dan wakil presiden berserta seluruh keluarganya. 

Tahun 1962, Letkol CPM Sabur menghadap Presiden Soekarno untuk membentuk Pasukan Pengawal Istana Presiden (PPIP). Walaupun awalnya sempat ditolak oleh Presiden, namun upaya Letkol Sabur akhirnya menuai hasil. Sehingga PPIP pun dibentuk dari semua angkatan di Indonesia (Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Kepolisian Indonesia). 

Pada tanggal 6 Juni 1962 PPIP berubah nama menjadi Tjakrabirawa. Dengan diresmikan oleh Soekarno sendiri pada kala itu serta Sabur sebagai Komandan dan Maulwi Saelan sebagai wakilnya. Sabur sendiri yang awalnya hanya Letkol sudah naik pangkat menjadi Brigjen kala itu.

Resimen Cakrabirawa terdiri dari 3000 pasukan yang memiliki keahlian khusus. Anggota Cakrabirawa berasal dari Pasukan Reider Angkatan Darat, Korp Komandan (KKO) angkatan Laut, Pasukan Gerak Tjepat (PGT) ANgkatan Udara, serta Brigade Mobil yang diberi nama Batalyon Kawal Kehormatan dari urut I sampai IV.

Mengenai hubungan dengan Peristiwa G30S PKI 1965, sosok Letkol Untung beserta Satu Peleton dari Cakrabiawara yakni Batalyon I KK pimpinan Dul Arif menjadi motor utama penculikan dan pembunuhan 7 jenderal. 

Akibat dari inilah seluruh resimen Cakrabirawa menjadi tercoreng dan dianggap sebagai pendukung PKI pada kala itu. Alhasil pada tanggal 26 Maret 1966 Resimen Cakrabiwara resmi dibubarkan. Sedangkan para petingginya dipenjara di era Orde Baru.

Adapun untuk pengamanan Presiden, Soeharto kala itu menunjuk Angkatan Darat yang kemudian diberi nama Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Nama Paspampres ini masih bertahan hingga era saat ini sbagai pasukan khusus untuk mengamankan presiden.

Itulah sedikit mengenai resimen Cakrabirawa atau Tjakrabirawa yang namanya tercoreng oleh aksi Letkol Untung bersama satu pleton dari Batalyon I KK. (Sumber Tribunnews, Wikipedia, dan sumber lain)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional