Sejarah Baru, Banjir Bandang Melanda Satu Kelurahan Tamanroya Jeneponto

oleh -

Laporan Jurnalis Jeneponto: Samsir HR

TOPIKterkini.com, JENEPONTO– Banjir Bandang yang malanda satu Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, membuat rumah milik warga dan harta benda mereka harus kehilangan akibat terbawa air.

Banjir bandang yang disertai air deras itu, tiba-tiba mendadak dengan begitu cepat dari arah berlawanan, (darat dan laut).

Satu Kelurahan Tamanroya, yakni, Kampung Lae-lae, Tamanroya Lama dan Kampung Beru, bagaikan perkampungan mati, tak satupun warga yang bertahan tinggal di rumahnya. Warga tersebut masing-masing mengunsi untuk menyelamatkan diri.

“Banjir bandang menyusul sekitar pukul 13.00. Wita, dengan sangat cepat, ketinggian air diperkirakan 5 sampai 6 meter,” ucap salah seorang warga, Sabang kepada Topikterkini.con, Rabu (23/1/2019).

Menurut dia, sepanjang sejarah di satu Kelurahan Tamanroya ini dan sekitarnya, barusan terjadi banjir bandang di tahun ini yang begitu besar juga disertai dengan air deras

“Inilah, banjir paling besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, hanya banjir kecil-kecil saja, itupun airnya paling tinggi, 1 sampai 2 meter. Ini sejarah baru,”katanya

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, untuk sementara satu orang bernama Soada (45)warga Kampung Alluka, Kelurahan Tamanroya diduga hilang terbawa banjir bandang.

Selain itu, puluhan rumah milik warga beserta harta benda mereka hanyut terbawa air, dan sejumlah bangunan pun ikut diporak porandakan banjir.

Diketahui, rumah milik warga dimaksud, masing-masing di Lingkungan Ujung Tanah, Lingkungan Tamanroya Kota, dan Lingkungan Alluka, Kelurahan Tamanroya.

Tak hanya itu, Puluhan Ternak kuda dan kerbau milik daeng Baso, hilang terbawa banjir bandang.

Akibat dari banjir tersebut, Ribuan warga Kelurahan Tamanroya dan sekitarnya terpaksa meniggalkan rumah, mengunsi ke pegunungan makam Batu Dalle yang tidak jauh dari pemukiman warga untuk menyelamatkan diri masing-masing

Hingga banjir bandang ini surut diperkirakan sekitar pukal 18.00 wita.

Untuk sementara, belum ada hasil konfirmasi detail dari unsur terkait dikarenakan jaringan via celuler terputus.

Loading...