oleh

Tersangka Penculikan Jurnalis Baker Atyani ditangkap di Filipina

TOPIKTERKINI.COM – MANILA: Pihak berwenang Filipina telah menangkap salah satu tersangka dalam penculikan jurnalis veteran Jordania Baker Atyani Juni 2012, demikian diumumkan Kamis.

Kolonel Jonnel Estomo, direktur Kelompok Anti Penculikan Polisi Nasional Filipina, mengidentifikasi tersangka sebagai Nasirin Baladji, alias Zaed, seorang pengkhotbah agama dan dilaporkan sebagai anggota peringkat ASG.

Baladji, menurut polisi, terdaftar sebagai prioritas ketiga dalam daftar orang yang dicari Unit AKG Mindanao. Dia ditangkap pada hari Rabu, 25 September, dalam operasi gabungan militer dan polisi.

Estomo mengatakan penangkapan tersangka terjadi setelah enam bulan pengawasan. Pada hari Rabu, ia akhirnya ditangkap di rumahnya di Barangay Canacan, Purok C Kabasalan, provinsi Zamboanga Sibugay.

Personel yang ditangkap dipersenjatai dengan surat perintah penangkapan untuk penculikan dengan uang tebusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Pengadilan Regional Zamboanga Sibugay.

Baladji telah diidentifikasi sebagai salah satu tersangka dalam penculikan Atyani pada 12 Juni 2012 di Jolo, Sulu.

Atyani, yang saat itu berada di negara itu membuat film dokumenter tentang Mindanao dan Muslim di Filipina selatan, seharusnya mewawancarai seorang pemimpin ASG di pulau Sulu tetapi akhirnya disandera oleh kelompok bandit.

Wartawan berhasil melarikan diri setelah 18 bulan di penangkaran.

Selain kasus jurnalis Yordania, polisi mengatakan Baladji juga terlibat dalam penculikan Rolando Del Torchio, seorang pensiunan imam Katolik Italia, pada 7 Oktober 2015 di Kota Dipolog, dan Elmer Romoc pada 5 Agustus 2016 di Zamboanga Provinsi Sibugay.

Del Torchio, pemilik restoran Italia dan pensiunan pastor, dibebaskan oleh kelompok bandit setelah menahannya selama enam bulan.

Dia telah bekerja sebagai misionaris untuk organisasi internasional PIME di Filipina selatan dari tahun 1998 sebelum pensiun pada tahun 2000 untuk mendirikan restorannya.

Romoc, seorang pegawai pemerintah, dibebaskan di provinsi Sulu setelah tiga bulan di tangan ASG.

Editor: AzQ

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed