oleh

MRT Jakarta menetapkan peraturan standar penumpang

TOPIKTERKINI.COM – JAKARTA: Tidak ada lagi pengamen yang menyanyikan lagu-lagu dangdut terbaru sambil memetik gitar mereka, tidak ada lagi pedagang asongan membawa keranjang kerupuk ikan, dan tidak ada lagi penumpang yang duduk di lantai layaknya berpiknik di atas paket nasi campur atau nasi campur.

Sebaliknya, orang mengantri untuk membeli tiket, memberi jalan kepada orang lain ketika mereka naik dan turun kereta, dan menahan diri dari makan, minum, membuang sampah sembarangan – dan bahkan merokok.

BACA JUGA: Darurat, Wabah Campak Tewaskan 6 Orang di Samoa Selandia Baru

Dengan 23 aksi terlarang yang ditampilkan secara jelas di poster-poster kereta, sistem angkutan cepat massal (MRT) Jakarta yang berusia delapan bulan – dan layanan kereta bawah tanah pertama di Indonesia – telah muncul sebagai standar emas untuk pengaturan lalu lintas dan disiplin di kota yang terkenal karena kemacetannya, kebisingan dan polusi.

“Tindakan akan mengarah pada perubahan dalam kebiasaan dan budaya,” kata Dr William Sabandar, presiden direktur PT MRT Jakarta.

“Anda bisa berperilaku seperti yang Anda inginkan di luar stasiun MRT, tetapi begitu Anda berada di stasiun, Anda mengikuti aturan,” tambahnya.

BACA JUGA: Pesta Shabu, Dua Pemuda Tala-tala Diringkus Satres Narkoba Polres Bantaeng.

Dan perubahan yang mereka lakukan “dalam waktu seminggu”, kata Dr Sabandar, yang mengatakan dia dan stafnya telah mengeluarkan peringatan kepada penumpang untuk pelanggaran, dari berdiri di kursi dan bersandar di pintu hingga menekan tombol darurat.

“Mereka ingin melihat perubahan, dan mereka melihat MRT sebagai simbol perubahan tentang bagaimana angkutan umum dan fasilitas digunakan,” katanya.

Sejak diluncurkan pada bulan Maret tahun ini dari rute 16 km pertama dari Hotel Indonesia, di jantung ibukota, ke Lebak Bulus, di selatan, operator telah menarik sekitar 91.000 penumpang untuk menggunakan layanan kereta api setiap hari, melebihi target dari 65.000 pengguna harian di tahun pertama.

BACA JUGA: Mayat Mahasiswa ditemukan bersimbah darah Didalam Kamar, Bersama Bayi laki-laki yang masih hidup

Operator milik kota sekarang berada di jalur untuk mengembangkan fase kedua pada bulan Maret tahun depan hingga Desember 2024.

Rute ini akan menjangkau 8,3 km dengan tujuh stasiun bawah tanah yang menghubungkan Jakarta pusat ke Jakarta barat.

Rencana masa depan lainnya termasuk membangun jalur Timur-Barat dan loop, serta pengembangan berorientasi transit yang akan mengintegrasikan stasiun kereta api dengan bangunan tetangga dan moda transportasi lainnya seperti bus dan taksi sepeda motor. – The Straits Times / ANN

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed