oleh

Pembakaran Hotel di Korea Selatan Tewaskan 2 Orang dan melukai 31 Lainnya

TOPIKTERKINI.COM – SEOUL: Setidaknya dua orang tewas dan 31 lainnya luka-luka dalam sebuah dugaan pembakaran di sebuah motel di Gwangju pada hari Minggu (22 Desember).

Pihak berwenang mengatakan kebakaran itu, yang terjadi pada pagi hari di motel di bagian utara kota, padam dalam waktu 22 menit. Namun, pekerjaan penyelamatan masih berlangsung sampai larut malam.

Korban tewas bisa meningkat, karena 13 orang menderita luka-luka serius akibat menghirup asap dan luka bakar, menurut pihak berwenang.

BACA JUGA: Ribuan Ikan Penis terdampar di pantai California Usai di Terjang Badai

Sebagian besar dari 32 kamar akomodasi berlantai lima ditempati pada saat kebakaran.

Polisi menangkap seorang pria, 39, yang diidentifikasi hanya dengan nama keluarga Kim, atas tuduhan pembakaran. Dia berada di unit perawatan intensif, tetapi kondisinya tidak mengancam jiwa.

Menurut Kantor Polisi Gwangju Bukbu, Kim mengatakan kepada polisi bahwa ia telah check-in sendiri, membakar tempat tidur dengan niat bunuh diri dan meninggalkan gedung. Ruangan tempat api mulai terbakar.

Polisi mengatakan penyelidikan mereka terganggu karena Kim harus dipindahkan ke unit perawatan intensif untuk luka bakar dan menghirup asap. Tetapi karena ia telah mengakui kejahatan pada saat penangkapannya, membuktikan kesalahannya tidak akan menjadi masalah, kata polisi.

BACA JUGA: Dua Pelaut Indonesia yang diculik Gerilyawan diselamatkan oleh Pasukan Militer Filipina

Api berasal dari sebuah ruangan di lantai tiga, mencegah orang-orang di lantai atas melarikan diri.

Seorang wanita melompat dari lantai empat motel, mendarat di atap kanopi di atas garasi dan mengalami cedera serius.

Motel tidak diharuskan memasang sistem sprinkler api karena klasifikasi bangunan.

Secara total, 217 petugas pemadam kebakaran dan sekitar 48 mobil pemadam kebakaran dan peralatan lainnya dimobilisasi dalam upaya pemadaman kebakaran.

Kantor kota Gwangju mengadakan pertemuan darurat setelah kebakaran untuk merumuskan respons dan mendukung para korban.

BACA JUGA: Dorongan publik untuk melegalkan pernikahan sesama jenis di Tiongkok

“Api yang disebabkan oleh pembakaran tidak berarti kota itu tidak bertanggung jawab,” kata Walikota Lee Yong-seop. – Korea Herald / Jaringan Berita Asia

Editor: Uslom

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed