oleh

Agar Tepat Sasaran Desa Puuloro Siap Antisipasi Dana Desa 2020

TOPIKTERKINI.COM – KONAWE: Beberapa tahun belakangan ini, di mulai tahun 2015 sampai 2020 pemerintah pusat dan daerah telah berupaya semaksimal mungkin, guna mewujudkan pembangunan yang merata khususnya di tingkat desa melalui program Dana Desa ( DD )

Dana Desa yang di kucurkan juga tidak main – main kisaran nya pada tahun 2020 ini terus meningkat menjadi 72 triliun dari 70 triliun pada tahun sebelumnya, kepentingan ini demi desa tertinggal guna mewujudkan desa membangun.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan ( PMK ) nomor 205 tahun 2019 tentang peraturan penggunaan dana desa dengan beberapa tahap penyaluran, yaitu tahap pertama 20 %, tahap kedua 40 % dan tahap terakhir 40 %, tetapi hal tersebut kemudian berubah pada tahun anggaran 2020 ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) sebelumnya, Kementrian Keuangan Mempercepat penyaluran dana desa, tahun ini penyaluran dana desa dimulai pada bulan januari yang dilakukan dalam 3 tahapan, tahap pertama 40 %, tahap kedua 40 %, dan tahap ketiga 20 %.

Desa Puuloro Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara, terletak di wilayah perbukitan, desa ini dapat di kategorikan terisolasi, namun berkat adanya dana desa, Puuloro kini beranjak maju dalam pembangunan, sejak di pimpin oleh ibu Sartini selaku Kepala Desa dan Lapeu sekretaris desa, bendahara desa Nasrun serta Nuning selaku Pengawas Lokal Desa ( PLD ), kini semua anggaran desa telah tersalurkan dengan baik, transparan dan akuntabel.

Untuk mewujudkan aspirasi rakyat Desa Puuloro memang tidak semuda meniup sekam di atas tangan, terutama dalam membangun infrastruktur, meningkatkan tarap hidup masyarakat dalam membangun ekonomi terutama masyarakat dari tingkat bawah serta membangun Sumber Daya Manusia ( SDM ).

Di tahun anggaran 2019 yang lalu Sartini di bantu perangkat desa telah berhasil menyelesaikan beberapa infrastruktur diantaranya pada tahap pertama kegiatan pembangunan lampu jalan sebanyak 65 titik kemudian rehab rumah lima unit, selanjutnya pada tahap kedua pembuatan talud sepanjang 189 meter dan rehab sekolah Taman Kanak – Kanak ( TK ), serta tahap ketiga yaitu pembuatan drainase sepanjang 147 meter, sumur bor di tiga titik, stunting atau pemberian makanan tambahan pada bayi, pelatihan Sistem Keuangan Desa ( Siskeudes ), perlengkapan peralatan adat suku tolak, wireless desa atau alat pengeras suara, serta alat potong rumput tiga unit.

Dalam wawancara nya Sarrini ” kami akan terus mengantisipasi anggaran pemerintah agar jangan ada kesalahan dalam penggunaan nya “, ungkapnya.

Laporan : Asdin. R
Editor : Endran Lahuku

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed