oleh

Parade Cap Go Meh di Minahasa, Josef : Budaya ini harus dipertahankan dan dilestarikan

Topikterkini.com – Minahasa : Setelah menyukseskan Cap Go Meh di Kota Bitung. Giok tjeng song tjeng Tay seng Bio kembali menampilkan parade Cap Go Meh untuk kedua kalinya di Minahasa tepatnya Pineleng satu, Kec. Pineleng, Minggu (9/02/2020).

Parade Cap Go Meh di Minahasa, Josef : Budaya ini harus dipertahankan dan dilestarikan“Adanya parade Cap Go Meh pada hari ini merupakan bagian dari hiburan dari seluruh masyarakat Pineleng,” Ungkap salah penonton Cap Go Meh, Veren Kosoh.

Sekiranya Parade Cap Go Meh terus dipertahankan dan dilestarikan di Minasaha. Jika di Minahasa sudah ada tidak perlu jauh-jauh ke Kota Manado dan Bitung untuk melihatnya.

“Kebangaan kami ketika melihat parade tersebut diikuti anak-anak mudah asal Pineleng baik melakukan ritual, arak-arakan sampai mengikuti atraksi yang ada dan terlihat semua masyarakat termasuk saya sangat terhibur,” Ucap Veren.

Sedangkan salah satu peserta Cap Go Meh, Bryan Tambajong mengatakan, ini menjadi pembelajaran dan suatu pengalaman yang tidak bisa di lupakan. Ada banyak hal kami dapatkan selama mengikuti parade Cap Go Meh.

Klenteng atau Bioh Ghiok Cheng, Song Cheng dan Thai Cheng di Minahasa sudah ada sejak Tahun 2016 tepatnya Pineleng satu, Kec. Pineleng, Kabupatan Minahasa, Sulawesi Utara, Ungkap Ketua Yayasan Esa Pakasa, Josef Raimond Sumampouw.

Lanjut Josef, Kemarin kita bekerja sama dengan Klenteng di Kota Bitung, untuk melakukan Parade Cap Go Meh dan kami mengambil bagian.

Kebiasaan setelah mengikuti ritual kita memasukan arca atau kioh yang di simbolkan seperti parade atau mengelilingi suatu tempat yang telah diijinkan serta memasukan kembali ketempat semulah yaitu Altah,” Ujar Josef.

Ia menambahkan, Kioh merupakan tempat bernaung arca-arca yang di simbolkan sebagai roh-roh suci dimana diusung untuk mengelilingi tempat yang sudah diijinkan contohnya saat ini akan dilaksanakan di Pineleng satu.

“Saya mengharapkan kedepan-nya di Minahasa itu sendiri sudah ada Kelenteng dan Budaya Cap Go Meh sudah menjadi budaya Sulut khususnya di Kota Manado. Budaya ini harus dipertahankan dan dilestarikan,” Pungkas Josef.

Laporan: Putra Saleh

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed