oleh

Minta Diperhatikan Pemerintah, Bujang Sekolah Tutup SD di Bungeng

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO: Syamsuddin Tammu (50) pegawai honor Bujan sekolah dasar (SDN) Inpres no 223 paranga Desa Bungen kab.jeneponto Terpaksa menutup sekolan tersebut Dengan dalih Karena Minta diperhatikan oleh pemerintah kabupaten jeneponto

Kepala Korwil Dikbud Kecamatan Batang kab.jeneponto H.Sudirman ketika ditemui diruang kerjanya Rabu(12/02/2020) jam 10.00 wita membenarkan bahwa sekolah dasar (SDN) Inpres No. 223 paranga ditutup oleh pegawai honor bujang sekolahnya sendiri Bernama syamsuddin Tammu hanya Dengan Alasan Karena minta diperhatikan oleh pemerintah

Sekolah tersebut mulai ditutup pada bulan September 2019 hingga sekarang dan untuk sementara Siswa sekolah dasar (SDN) Inpres No. 223 paranga numpang belajar di sekolah MTS AL Islami bungen dan Siswa masuk belajar pada sore mulai pukul 13.30 wita sampai pukul 17.00 wita

Dalam insiden penutupan sekolah dasar (SDN) Inpres No. 223 paranga Beberapa hari yang lalu diadakan Pertemuan dikantor Desa Bungeng yang dihadiri oleh kepala Desa Bungen, para kepala Dusun, Bhabin kamtibmas, Syamsuddin Tammu Dan kepala Korwil Dikbud Kecamatan Batang H.Sudirman

Dalam Pertemuan tersebut, syamsuddin Tammu(50) menyampaikan bahwa “Saya melakukan penutupan sekolah dasar (SDN) Inpres No.  223 paranga karena saya pegawai honor bujang sekolah minta diperhatikan oleh pemerintah kabupaten jeneponto”ujar syamsuddin Tammu ”

Menanggapi apa yang disampaikan oleh syamsuddin Tammu didalam Pertemuan tersebut, kepala Korwil Dikbud Kecamatan Batang menyampaikan kepada Syamsuddin Tammu “Kamu itu Pak syamsuddin Tammu sudah diperhatikan oleh pemerintah kabupaten jeneponto Dalam hal ini kepala sekolah dasar (SDN) Inpres No. 223 paranga karena dalam satu kali pencairan Dana Bos (pertiga bulan) Kamu menerima honor Rp.1.400.000 (satu juta empat ratus ribu rupiah) sedangkan guru honorer yang mengajar setiap hari pada jam pelajaran dalam satu kali pencairan DAna BOS (pertiga bulan) hanya menerima gaji honorer Rp.500.000 (Lima ratus ribu rupiah)” ujarnya

Minta Diperhatikan Pemerintah, Bujang Sekolah Tutup SD di BungengSelain syamsuddin Tammu menerima gaji honorer Rp.1.400.000 satu kali pencairan Dana BOS (pertiga bulan) juga Tanah yang ditempati sekolah dasar (SD) negeri inpres No. 223 paranga sudah memiliki sertifikat tanah dan sudah tidak bisa lagi diganggu gugat oleh siapapun juga

Selain syamsuddin Tammu melakukan penutupan sekolah dasar (SD) negeri inpres No. 223 paranga juga beredar informasi sekolah dasar (SD) negeri inpres paranga belum ditempati Siswa belajar pada jam pelajaran Karena pada tahun 2019 kedua gedung ruangan kelas belajar mendapat Rehab yang Sumber dananya dari anggaran APBN Dan kontraktor yang mengerjarkan sekolah tersebut semua kunci pintu ruangan sekolah hingga Saat ini belum diberikan kepada kepala sekolah” Kata H. Sudirman

Lanjut H. Sudirman, menjelaskan bahwa insiden penutupan sekolah tersebut saya sudah laporkan ke kepala Dinas Dikbud Kab. jeneponto NuR Alam Kr. Beso, dan apabilah pegawai honor bujan sekolah dasar (SD) negeri inpres No. 223 paranga syamsuddin Tammu tidak membukah sekolah tersebut, Maka Saya akan melaporkan kepenegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian. tutupnya

Laporan: Djumatang

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed