oleh

Sosialisasi Penilaian Buku Agama dan keagamaan Pada Sekolah Madrasah Tahun 2020

TOPIKTERKINI.COM – MAKASSAR: Sosialisasi Penilaian Buku pendidikan agama dan keagamaan pada sekolah dan madrasah tahun 2020, Kepada stakeholder para penerbit yang merupakan anggota IKAPI Indonesia berlangsung di Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Kota Makassar di Lantai 3 Jalan AP. Pettarani No. 72 Makassar (05/03/2020).

Sosialisasi Penilaian Buku Agama dan keagamaan Pada Sekolah Madrasah Tahun 2020Kegiatan sosialisasi ini serentak dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesian, seperti di Medan, Jogja, Solo, Surabaya, Banjarmasin dan Makassar.

Hadir pada sosialisasi itu, Kepala Balitbang Agama Makassar Dr. H. Idham Khalid Bodi,. M.Pd, Dr. Muhammad Zain,. MA Kepala Pusat Litbang-Lettur Keagamaan dan organisasi Kementerian Agama RI. Ketua IKAPI Makassar Gunawan Monoharto, anggotanya Yudhistira Sukatanya dan Para Peneliti serta staf Litbang Agama Makassar.

PENILAIAN BUKU PENDIDIKAN AGAMA YANG MODERAT DAN BERKUALITAS judul dari materi Dr. Muhammad Zain,. MA Kepala Pusat Litbang-Lettur Keagamaan dan organisasi Kementerian Agama RI. Mengatakan ke awak media, sosialisasi ini sangat penting sebagai perwujudan dari pada atau undang-undang nomor 3 tahun 2017 tentang perbukuan nasional bahwa buku-buku yang memiliki konten agama dan keagamaan itu dinilai dari kementerian agama. Dan PP Nomor 175 Tahun 2019 serta Peraturan Menteri Agama Nomor 9 Tahun 2018. Penilaian Buku sudah lama di Kementerian Agama dan kegiatan ini selalu koordinasi dengan Pusat Perbukuan di Kemendikbud.

“Maksud sosialisasi ini pertama agar kawan-kawan dari IKAPI mendaftar buku-buku yang mau dinilai tahun ini (2020).
Kedua, agar peneliti kita baik peneliti kampus, peneliti balai lainnya agar bisa berpartisipasi. Semua itu sebagai penguatan literasi bangsa dan agama.”ajak Zain menambahkan saat ditanya berapa buku yang akan dinilai.

Untuk mengetahui berapa buku yang di terbitkan tergantung pendaftaran secara online dan sudah disiapkan layanannya.
Tahun 2019 lalu ada 572 buku yang kita nilai.

“Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan buku pertama mematikan konten buku itu Anti Pancasila tidak bertentangan dengan undang-undang Dasar 1945 NKRI tidak mengandung anti diskriminasi, ras, suku dan agama, tidak pornografi dan ujaran kebencian. Intinya adalah Buku-buku yang mengandung unsur agama adalah buku-buku yang moderat.”pungkas Muhammad Zain.

Sementara Ketua IKAPI Makassar, Gunawan Monoharto mengapresiasi, menurutnya sangat penting sekali sosialisasi ini karena untuk konten agama, perlunya hanya satu pintu untuk meloloskan buku-buku keagamaan. Kalau tidak bisa kebablasan.

Menyimak dari materi tadi, Gun sapaan akrabnya menambahkan, untuk menerbitkan luar biasa ketatnya. Walaupun sebelumnya sudah ada, namun baru kali ini oleh kementerian agama laksanakan sosialisasi ke kami selaku penerbit.

Tentu selaku penerbit yang terhimpun di IKAPI Makassar saat salah seorang rekan dari awak media lain menanyakan kendala-kendala yang dihadapi.

“Kendalanya kita disini tidak adanya naskah keagamaan yang kita dapatkan. Sementara di daerah Jawa banyak dan harganya pun murah. Dan saya kira kita di makassar sudah siap untuk menerbitkan buku-buku keagamaan.” harap Gun.

Di akhir sosialisasi sesi tanya-jawab baik dari kalangan IKAPI maupun dari para Peneliti, Kepala Pusat Litbang-Lettur Keagamaan dan organisasi Kementerian Agama RI, Muhammad Zain hanya memberi jawaban singkat dan saran, kritik dari peserta sosialisasi menjadi masukan untuk ditindaklanjuti di lembaganya. (RK)

Laporan: Rahcim Kallo / Andi Agung Iskandar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed