oleh

Jeruk Makan Jeruk, Oknum wartawan mengaku dari radarnusantara mengancam wartawan zonamerahnews

TOPIKTERKINI.COM – Berawal dari masalah khuwitansi yang di bahas lewat via telepon genggam akhirnya terjadi aduh mulut, wartawan zonahmerah merasa sangat terganggu dengan sikap oknum wartawan yang mengaku dari Radar Nusantara.

Bahkan menurut Andi Arsyad saat dikonfirmasi senin 09/03/2020 bahwa mengenai khuwitansi bukanlah hal yang harus diperdebatkan apalagi kalau belum tau persis duduk masalahnya, hal ini sangat disayangkan oleh Andi. Arsyad saat menerima telpon dari orang yang mengaku dari wartawan Radar Nusantara,apalagi sampai melakukan penekanan untuk mengakui khuwitansi yang dianggap bukti pemerasan dari salah satu keluarga tersangka,”katanya.

“Terkait itu, Arsyad sebagai saksi dalam kasus penganiayaan, juga sebagai jalur mediasi didalam persoalan Hj. Maryam selaku korban penganiayaan yang dilakukan oleh tiga orang tersangka Taufiq, Dg.Lummu, Zainuddin Dg.Tompo.Kejadiannya di jalan poros samata pada tanggal 19 November 2019 lalu. Sehingga Hj.Maryam mengalami luka pada bagian pinggang kanan, sehingga Hj.Maryam melaporkan ke Mapolres Gowa beberapa hari setelah kejadian,pelaku yang melakukan penganiayaan berhasil diamankan oleh Satuan Anggota Polres gowa.

Tak hanya itu, Arsyad saat kejadian dirinya melihat langsung pelaku penganiayaan yang dilakukan oleh ketiga pelaku ditempat kejadian perkara (TKP) kata Arsyad.Meskipun dirinya sebagai saksi pada saat itu, namun dirinya tetap membantu melalui mediasi,sehingga salah satu tersangka lewat persetujuan Hj. Maryam,salah satu pelaku yakni Dg. Lummu tidak dilakukan penahanan oleh satuan Anggota Reskrim polres gowa,setelah berhasil dilakukan mediasi oleh Arsyad selaku saksi,”tambahnya.

Dikonfirmasi dihari yang sama Rahmat yang mengaku sebagai koordinator wartawan Radar Nusantara mengaku bahwa dirinya mendapat informasi dari keluarga Tersangka lewat Abd. Muis selaku sumber bahwa terkait persoalan Khuitansi didalamnya ada pemerasan yang dilakukan oleh Andi. Arsyad,

Berdasarkan pantauan Topikterkini.Com Abd. Muis lewat via telepon genggamnya mengatakan bahwa dirinya sudah bersyukur karena Istrinya tidak ditahan setelah melalui proses mediasi yang dilakukan oleh Andi. Arsyad,hanya saja dirinya tak menerima jika anaknya juga belum dikeluarkan,terkait bahasa pemerasan dirinya bantah dan tidak pernah mengeluarkan bahasa pemerasan,”tutupnya.

Laporan: Andi Burhanuddin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed