oleh

AMPUH Sultra: PT. DSS Konut, Diduga Karyawannya Tak Difasilitasi BPJS & Gaji Tak Sesuai UMR

Resky Nur Hidayah, Kabid Perekonomian Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Sultra, “Me-warning” PT. Delta Sarana Sentosa (DSS).

TOPIKterkini.com – Kendari : Perusahaan yang bergerak di bidang tambang PT. Delta Sarana Sentosa (DSS) beroperasi di Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Kembali disorot sebab diduga karyawan tak difasilitasi BPJS dan Gaji pun tidak sesuai UMR.

Hadirnya investor di konut dalam hal ini PT DSS, diduga bukan untuk mensejahterakan masyarakat terkhusus masyarakat yang bermukim di lingkar tambang. Namun, hanya menguras sumber daya alam (SDA) saja tanpa memikirkan nasib karyawan dan masyarakat lingkar tambang.

Hal tersebut disampaikan Kebala Bidang (Kabid) Perekonomian, Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Sultra, Resky Nur Hidayah pada media TOPIKterkini.com. Rabu (2/4/2020).

Resky Nur Hidayah mengatakan, sejak PT. DSS beroperasi di Konawe Utara. Perusahaan tersebut tidak mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan Peraturan Presiden No.109/2013 tentang tahapan Kepesertaan Program Jaminan Sosial. Perpres ini merupakan amanat dari UU Nomor 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No.24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Dan perusahaan menerapkan gaji yang tidak sesuai dengan UMR. Ini tentunya bertentangan dengan Pasal 185 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Sanksinya adalah berupa pidana penjara paling singkat selama 1 tahun dan paling lama selama 4 tahun. Dan atau denda yaitu paling sedikit Rp100 juta dan paling banyak Rp400 juta.

Dikatakan Resky Nur Hidayah, bahwa kami masyarakat motui tekankan, tidak pernah anti terhadap Investor, justru saya pribadi sangat senang dengan hadirnya Investor di daerah kami di Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara (Konut).

“Tapi kami harapkan adalah investor atau perusahaan yang mampu menjalin Simbiosis Mutualisme (hubungan yang saling menguntungkan) antara perusahaan dan masyarakat, bukan perusahaan yang mau menerapkan hubungan Simbiosis Parasitisme (hubungan yang hanya menguntungkan satu pihak saja). Seperti yang dilakukan oleh PT. Delta Sarana Sentosa (DSS) ini terhadap masyarakat motui di Konut,” tegas Resky Nur Hidayah.

Menurut Mahasiswa Fakultas Ekonomi UMK, dan selaku Kabid Perekonomian, AMPUH Sultra serta masyarakat asli Kecamatan Motui, Konawe Utara. “Me-warning” Pihak PT. DSS, untuk segera mendaftarkan seluruh karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan dan memberlakukan gaji sesuai dengan standar UMR.

“Jika WARNING””” Ini, kemudian tidak diindahkan oleh pihak perusahaan PT. Delta Sarana Sentosa (DSS), maka jangan salahkan ketika kami akan turun kelapangan untuk menuntut apa yang menjadi hak masyarakat terkhusus hak karyawan tersebut,” Pungkasnya.

Laporan : Muh Sopian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed