oleh

Minta Penangguhan Penahanan 13 Pekerja, PC SPSI Halteng Menyurat ke Kapolda Malut

TOPIKTERKINI.COM – HALTENG | Sekretaris Pimpinan Cabang (PC-SPSI) Kabupaten Halmahera Tengah, Bakir Oesman Senin, (25/5/20) siang tadi kepada awak media menyampaikan turut prihatin atas aksi anarkis 1 Mei lalu sehingga berujung pada penahanan 13 orang pekerja PT IWIP.

Permohonan Penangguhan terhadap 13 pekerja itu atas kesepakatan Internal SPSI PT IWIP dan SPSI PT WBN serta PC SPSI Kabupaten Halmahera Tengah sehingga sebanyak dua kali melayang surat permohonan penangguhan penahanan terhadap 13 pekerja yang ditahan Polda Malut di Rutan Ternate.

“Surat yang kami sampaikan mengenai penangguhan penahanan rekan kami langsung kepada Kapolda Maluku Utara sebanyak dua kali yang pertama dirilis pada tanggal 14 Mei 2020 dengan Nomor : 08/PC FSP KEP SPSI/HT/V/2020, dan yang kedua dirilis pada tanggal 20 Mei 2020 kemarin dengan Nomor : 09/PC FSP KEP SPSI/HT/V/2020,” ungkap Sekretaris Pimpinan Cabang (PC – SPSI) Kabupaten Halmahera Tengah Bakir Oesman Senin, (25/5/20) sore tadi.

San Alhamdulillah Surat permohonan penangguhan penahanan ditanggapi dan disetujui oleh Bapak Kapolda Maluku Utara sehingga 13 pekerja dapat melaksanakan hari raya lebaran idul fitri bersama keluarga,” pungkasnya.

Bakir Oesman juga menyampaiakan secara Lembaga Federasi Serikat Pekerja SPSI Halteng dan Pimpinan Unit Kerja (PUK SPSI) menyampaikan banyak terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Bapak Kapolda Maluku Utara beserta jajaranya yang telah menerima Pemohonan Penanguhan dari Serikat Pekerja SPSI,” ungkapnya.

Minta Penangguhan Penahanan 13 Pekerja, PC SPSI Halteng Menyurat ke Kapolda MalutTerpisah dari itu, ungkapan kekesalan puluhan karyawan terhadap FPBH yang dinilai tidak bertanggung jawab atas penahanan puluhan karyawan. Beruntunglah rasa kemanusiaan dari SPSI yang menganggap kami tidak terlepas dari karyawan PT IWIP maka hasil Rapat Internal Pimpinan Unit Kerja dan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja SPSI sehingga kami di tangguhkan oleh Bapak Kapolda Maluku Utara,” ucap tiga perwakilan karyawan yang ditangguhkan yakni Abdul Haris Halim, Isnain Galib, dan Hasan Hamidi.

Ketiga yang merupakan Karyawan PT IWIP yang di tangguhkan oleh Polda Malut juga mengungkap kekesalannya terhadap FPBH yang tidak bertanggungjawab atas penahanan mereka selama di Rutan Ternate, untuk itu kami berterima kasih kepada Serikat Pekerja SPSI, dan juga kepada Bapak Kapolda Maluku Utara yang sudah memberikan penangguhan kepada kami sehingga kami dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan keluarga.

Harapan kami kasus ini secepatnya bisa selesai karena kami ini adalah korban dari Aksi 1 Mei kemarin, kami pun berharap agar jajaran kepolisian segera menangkap aktor-aktor dalam aksi 1 Mei kemarin,” lanjut Abdul Haris Halim.

Laporan : Lamagi La Ode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed