oleh

Tatap muka antar siswa dan guru SMP Negeri 1 Bangkala Barat dengan Protap Kesehatan Covid-19

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO | SMP Negeri 1 Bangkala Barat mulai di buka dan melakukan tatap muka pada hari ini, senin 20 Juli 2020 setelah satu triwulan ditutup tanpa proses belajar mengajar karena pandemi Virus Corona

Tatap muka antar siswa dan guru SMP Negeri 1 Bangkala Barat dengan Protap Kesehatan Covid-19
Suharno B, S.Pd Kepala sekolah SMP Negeri 1 Bangkala Barat

Suharno B, S.Pd Selaku kepala sekolah SMP Negeri 1 Bangkala Barat mengatakan bahwa Proses belajar mengajar yang dimulai pada hari ini berbeda dengan biasanya karena siswa datang ke sekolah hanya sekali seminggu untuk menerima petunjuk tugas dari guru dan mengumpulkan tugas yang diberikan sebelumnya

Didalam lingkungan sekolah diterapkan social distancing, sehingga setiap ruangan kelas hanya di isi sepuluh orang siswa dengan jarak satu meter dengan menggunakan masker

Tatap muka antar siswa dan guru SMP Negeri 1 Bangkala Barat dengan Protap Kesehatan Covid-19
Sebelum memasuki lingkungan sekolah dilakukan pembagian masker dan pengukuran suhu tubuh

Sebelum masuk ke lingkungan sekolah,
setiap siswa di bagikan masker, diukur suhu tubuhnya dan cuci tangan

Tatap muka antar siswa dan guru SMP Negeri 1 Bangkala Barat dengan Protap Kesehatan Covid-19
Siswa cuci tangan sebelum masuk ruangan kelas, dipantau oleh guru kelas yang akan mengajar

Selanjutnya sebelum masuk keruangan kelas, masing-masing siswa kembali cuci tangan dan dijaga ketat oleh guru yang akan mengajar di ruangan kelas tersebut, tuturnya

Tatap muka antar siswa dan guru SMP Negeri 1 Bangkala Barat dengan Protap Kesehatan Covid-19
Kondisi didalam ruangan kelas, dilakukan sosial distancing siswa duduk dengan jarak 1 meter

“Jadi untuk hari ini, yang hadir di sekolah hanya kelas IX kemudian hari rabu kelas VIII dan kamis kelas VII” dan ini akan dilakukan seterusnya selama masih ada pembatasan social karena pandemi virus corona” tambahnya

Sebetulnya belum ada perintah resmi untuk melakukan tatap muka di sekolah, tapi ini dilakukan pertimbangannya karena di wilayah SMP Negeri 1 Bangkala Barat ini wilayah pedesaan sehingga kami agak kesulitan menjalankan tiga alternatif yang di sarankan yakni, Daring, Luring dan Kunjungan

Jika menjalankan alternatif Daring, di wilayah SMP Negeri 1 Bangkala Barat ini, yakni di desa barana, itu tidak memungkinkan karena jaringan kurang mendukung dan sebagian besar siswa tidak memiliki fasilitas seperti HP Android atau laptop

Dan jika mengambil alternatif Luring, pertimbangannya karena siswa kesulitan memahami beberapa mata pelajaran tanpa petunjuk dan penjelasan dari guru, contohnya seperti mata pelajaran matematika

Kemudian jika mengambil alternatif Kunjungan, pertimbangannya karena jarak antar siswa yang berjauhan sehingga agak repot mengumpulkan siswa, dan jika di kumpulkan di satu tempat, maka kerumunan warga setempat yang tidak bisa di hindari, tutupnya

Laporan: Usman S

Komentar

News Feed