oleh

Pejuang Adipura Banggai yang Terlupakan, Jaminan Kesehatanpun Tak Punya

Topikterkini.com.Banggai – Puluhan tenaga kontrak petugas pembersih jalan, sopir berserta kernet mobil pengangkut sampah di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah tidak mendapat tunjangan, baik itu tunjangan kepesertaan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan, maupun tunjangan lain dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banggai, selaku pengelola petugas kebersihan kota.

BACA JUGA: https://topikterkini.com/2020/07/09/dana-bbm-mobil-pengangkut-sampah-dinas-lingkungan-hidup-banggai-di-sunat/

Hal itu diakui oleh Santo (50), sopir mobil Pengangkut sampah yang telah tiga kali perpanjangan kontrak setiap tahun, sampai dengan sekarang tidak memiliki tunjangan jaminan kesehatan.

Begitu juga dengan gaji perbulan tidak sesaui dengan standar penggajian Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) atau upah Minimum Regonal (UMR) ataupun upah Minimum Provinsi (UMP).

“saya sudah cek di Dinas Tenaga Kerja, kami tidak terdaftar status kami belum terdaftar sehinga kami tidak mendapat tunjangan, gaji kami perbulan sebesar Rp1,8juta, sedangkan kernet mobil yang setiap hari bersentuhan dengan sampah di hargai dengan upah Rp1,6juta” kata Santo.

Senada yang dikatakan oleh Ali Rosan (43) selaku kernet mobil sampah mengakui  dirinya di gaji sebesar Rp1,6juta rupiah perbulan. Ali mengaku, sudah bekerja sekitar Enam tahun dan belum tersentuh tunjangan kesehatan.

Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Ahin Yuniko mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Luwuk. Dari hasil koordinasi kata dia, seluruh tenaga kontrak tidak dapat di daftarkannya sebagai peserta BPJS. Hal ini terkendala beberapa factor. Salah satunya adalah besaran upah tenaga kontrak tidak mengikuti sistem penggajian sesuai dengan standar Upah Minimum Provinsi (UMP) dan  Upah Minimum Regional (UMR) maupun Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Untuk diketahui, petugas pengangkut sampah dan pembersih jalan memiliki andil besar terhadap Kabupaten Banggai dalam memperoleh piala Adipura. Penghargaan Adipura pertama hingga ke tiga diperoleh Kabupaten Banggai di era kepemimpinan Bupati Sudarto, pada tahun 1990 – 2011 silam. Kemudian pada tahun 2017 dan 2018 lalu, Pemkab Banggai dibawah kepemimpinan Herwin Yatim kembali  mendapatkan Adipura Kencana.

Reporter : Ahmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed