oleh

Diduga Di Back Up Oknum Polisi, Tambang Galian C Ilegal di Bontokadatto Bebas Beroperasi

TAKALAR, TOPIKterkini.com – Berdasarkan Pasal 158 UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara disebutkan, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 Milyar.

Sebelumnya, meski ramai diberitakan dan terus menuai sorotan bahkan telah menjadi polemik di tengah masyarakat, praktik penambangan galian C yang diduga tak berizin alias Ilegal tetap bebas beroperasi.

Seperti halnya yang terjadi di Kelurahan Bontokadatto Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar ini, tambang Galian C yang diketahui sudah lama beroperasi dipastikan dapat mengakibatkan kerusakan pada lingkungan sekitarnya, bahkan bisa mengancam keselamatan jiwa warga yang bermukim disekitar lokasi penambangan karena jaraknya yang terbilang cukup dekat.

Dari pantuan TOPIKterkini.com, pada Selasa (29/9/2020) diketahui bahwa, ada 5 titik yang menjadi lokasi penambangan, yakni Bantinoto 1 (1 titik), Bantinoto 2 (2 titik), Balang (1 titik), dan Kalebalang (1 titik).

Selain itu, warga yang ditemui di lokasi membenarkan bahwa betul ada oknum anggota polisi yang memback up penambangan tersebut.

“Terkait izin, itu kami tidak tahu punya atau tidak, tapi yang kami tahu kalau yang punya tambang dan alat berat ini betul milik anggota polisi,” ungkap warga yang tidak ingin namanya disebutkan.

Sementara itu, kepala kelurahan Bontokadatto Mahmud, SE yang ditemui di ruang kerjanya membenarkan bahwa dari sebagian pengusaha tambangan di Bontokadatto, ada yang belum memiliki izin sama sekali.

“Dari sebagian pengusaha tambang ada yang sudah mengantongi izin operasi, tapi ada pula yang belum sama sekali,” bebernya.

“Rencananya besok, kami bersama pak Babinsa dan Binmas akan turun ke lokasi untuk meninjau langsung titik penambangan,” kata lurah Bontokadatto.

Lanjut dikatakan Mahmud bahwa, sebelumnya kami sudah lakukan pemanggilan dengan cara menyurati para pengusaha tambang yang ada di Bontokadatto namun yang hadir dan memenuhi panggilan itu cuma 2 orang, imbuhnya.

(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed