oleh

DPRD Sahkan 1,2 Trillium APBD Jeneponto 2021

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO | Sebesar kurang lebih 1,2 Trillium Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah Kabupaten Jeneponto tahun anggaran 2021 telah diterima, disetujui dan disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jeneponto melalui sidang paripurna tahap II di ruang sidang kantor DPRD, 30/11/2020.

DPRD Sahkan 1,2 Trillium APBD Jeneponto 2021Sidang paripurna yang beragendakan penyampaian laporan Badan Anggaran(Banggar) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tengtang Rancana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Pemkab Jeneponto dan ditetapkan menjadi Perda APBD tahun 2021 setelah mendapat persetujuan semua Fraksi itu, dipimpin Wakil Ketua I, Irmawati Zainuddin dan didampingi Wakil Ketua II, Imam Taufiq Bohari.
Sidang paripurna yang dibuka Wakil Ketua I, Irmawati Zainuddin itu, di hadiri 24 anggota DPRD, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar,
Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin, Unsur Forkopimda, Kepala OPD, Staf ahli, Asisten, para Kabag, Camat, Kepala Desa dan Lurah, serta undangan lainnya.
Bupati Jeneponto Iksan Iskandar dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD yang telah membahas dan menyetujui Ranperda tentang RAPBD Jeneponto tahun anggaran 2021.
“Saya menyadari selama pembahasan raperda telah dijalani dengan penuh dinamika, mencurahkan waktu, pikiran dan perhatian yang sangat serius dari semua pihak terkait,” katanya.
Alhamdulillah, tambah Iksan, semua upaya tersebut telah dapat dirumuskan dalam satu komitmen bersama, bahwa APBD Jeneponto tahun anggaran 2021 menjadi produk hukum yang aspiratif, responsif, akseleratif dan produktif dalam mendatangkan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan wilayah daerah Kabupaten Jeneponto.
Iksan menyebutkan, dengan adanya persetujuan DPRD ini, Pemkab Jeneponto telah memiliki produk hukum yang akan menjadi pedoman bagi pelaksanaan pembangunan daerah tahun 2021.
“Persetujuan ini, menunjukkan adanya komitmen serta kesungguhan pimpinan dan segenap anggota DPRD untuk benar-benar mengawal dan memastikan bahwa setiap produk hukum yang ditetapkan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah,” jelasnya.
Dalam pandangan akhirnya, Iksan Iskandar juga menyampaikan gambaran umum pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah Jeneponto tahun anggaran 2021.
Pendapatan daerah sebelum dibahas, katanya , sebesar Rp 1.289.018.492.485, yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 144.981.765.345 dan pendapatan transfer pusat sebesar 1.025.443.885.000, pendapatan transfer Provinsi sebesar Rp 69 .042.842.140, dan pendapatan lain-lain daerah yang sah sebesar Rp 49.550.000
“Belanja daerah yang disetujui dan ditetapkan sebesar Rp 1.292.518.492.485, yang terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 530.371.334.497, yang diperuntukkan untuk alokasi gaji dan tunjangan kepada ASN, belanja barang, jasa dan modal sebesar Rp 513.195.239.519 yang merupakan belanja langsung. Sedangkan belanja Rp 69.760.220.906, belanja bantuan sosial sebesar 1.440.000.000 dan dana tidak terduga Rp 5 miliar,” ungkapnya.
Bupati dua periode ini berharap, agar koordinasi dan komunikasi yang konstruktif antara eksekutif dan legislatif selama proses pembahasan Ranperda RAPBD tahun 2021 dapat terus terjalin pada masa-masa mendatang demi memberikan kinerja terbaik bagi pembangunan daerah.
“Semoga dengan semangat kebersamaan ini dapat menjadi energi positif dalam melaksanakan tanggung jawab sesuai bidang tugas kita masing-masing,” harapnya.

Laporan: Nasrullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed