oleh

Issu, Pemkab Jeneponto Akan Pindahkan Pasar Karisa, Pedagang Meradang, LSM Arak Nusantara Angkat Bicara

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO | Santer terdengar kabar bahwa lokasi Pasar Tradisional Karisa Jeneponto akan direlokasi ke Jalan Lingkar Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Dengan berhembusnya kabar tersebut, membuat para pedagang meradang, dan spontan menjadi trending topik, hangat diperbincangkan para pelaku usaha pasar tradisional Karisa.

Jika itu benar akan direlokasi, mereka akan kompak menolak, ini dapat dilihat disejumlah pamflet penolakan para pedagang yang terpampang dipagar taman pasar tradisional Karisa jalan pahlawan kabupaten Jeneponto.

Issu, Pemkab Jeneponto Akan Pindahkan Pasar Karisa, Pedagang Meradang, LSM Arak Nusantara Angkat BicaraSebelumnya, pasar tradisional Karisa mengalami musibah kebakaran pada malam tanggal 24/09/2020 silam, dan menghanguskan seluruh lapak dan kios dengan tak menyisakan seluruh isinya, sementara kondisi phisik pasar pasca kebakaran 80 % mengalami kerusakan.

Untuk sementara, para pedagang direlokasi di terminal milik dinas perhubungan Pemprov Sulawesi Selatan.

Terminal yang seyogianya resmi beroperasi terpaksa harus ditunda, karena terminal milik Pemprov Sulsel ini, hanya bersebelahan dan satu kompleks dengan pasar tradisional Karisa kabupaten Jeneponto.

Menurut sumber yang enggang disebut namanya mengatakan, bahwa rencana pemindahan pasar, ungkapnya, nantinya berlokasi di jalan lingkar seputaran RSUD Lanto dg pasewang kabupaten Jeneponto.

“Menurut informasi, anggaran pembangunannya sudah ada , yang bersumber dari bantuan pemprov Sulawesi Selatan sebesar Rp 30M.” ungkapnya.

Jika saja, katanya, benar terjadi pemindahan pasar tradisional Karisa secara permanen akan direalisasikan ke Jalan Lingkar maka akan terjadi penolakan dengan berbagai alasan pedagang.

Wartawan Topikterkini.com merangkum sejumlah pernyataan para pedagang pasar tradisional Karisa.

Diantaranya para pedagang mengungkapkan, bahwa belum sembuh derita kami, akibat kebakaran pasar Karisa yang menghanguskan seluruh aset dengan kerugian material ratusan juta rupiah, tiba tiba ada keinginan Pemkab Jeneponto untuk memindahkan lokasi pasar, yang jika dilihat dari segi lokasi, katanya, tidak memberikan efek ekonomi yang menguntungkan bagi para pedagang.

“Dilokasi itu, tidak ada sarana yang saling menunjang bagi konsumen untuk membeli sejumlah kebutuhan mereka, sehingga ada keengganan konsumen untuk berbelanja di lokasi yang dimaksudkan,” katanya.

Sementara Sekjen DPP LSM Arak Nusantara, Muhammad Nasir ibrahim mengapresiasi tuntutan para pedagang pasar tradisional karisa dan meminta kepada seluruh pedagang pasar, tetap tenang sembari menunggu penjelasan Pemkab Jeneponto terkait rencana relokasi pasar ini.

“Seyogianya Pemkab Jeneponto memberikan penjelasan secara komprehensif, logis, rasional atas keinginannya merelokasi pasar tradisional ini, sehingga pihak yang berkepentingan dalam hal ini para pedagang bisa memahami.” harapnya.

Kemudian, katanya, apakah Pemkab telah melakukan riset dan kajian terkait dampak ekonomi dan sosialnya, ketika relokasi pasar tradisional Karisa kejalan lingkar, kalau belum, Pemkab jangan paksakan.

“Jangan sampai pasar terbangun dengan Anggaran puluhan milyar, tapi mubasir, dikarenakan sepi dari pengunjung yang berdampak matinya ekonomi rakyat, dan yang diuntungkan hanya para broker proyek pasar, untuk itu kami berharap, agar Pemkab Jeneponto jangan paksakan kehendak,” tegasnya.

Laporan : Usman S
Editor : Nasir Erank

Komentar

News Feed