oleh

IUP Siluman Terbit Ditengah Perseteruan PT. Antam Dengan Belasan Perusahaan Swasta

Oleh : Ashari. S. Sos
(Explor Anoa Oheo)

Eksistensi Gubernur Sulawesi tenggara dalam mengoptimalisasi pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) nampaknya tidak becus. Menyia-nyiakan amanah rakyat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan adalah suatu penghianatan terhadap anak cucu di kemudian hari. Terkhusus pengelolaan pertambangan nikel di daerah kabupaten Konawe Utara.

Pada akhir bulan Desember 2009 di gelar pertemuan di Aula Rumah jabatan ( Rujab ) Gubernur Sulawesi tenggara yang di hadiri seluruh stakeholder forkopimda yang membahas soal penyelesaian sengketa hukum antara PT. Aneka Tambang dengan di hadiri pimpinan belasan iup swasta yang bersiteru, rupanya hanya sebatas scenario belaka bukan malah menarik benang merah justru semakin kusut tak beraturan.

Di tengah persoalan yang tak berujung, momen status quo pada blok pertambangan Mandiodo, tiba akal, muncul iup siluman bernama PT. Andalan yang realitas di lapangan terlihat lebih agresif memporak-porandakan hutan ketimbang yang memiliki iup resmi yang kini sedang menanti penyelesaian hukum dari pemerintah yang sedang bersandiwara.

Tidak ada lagi kepercayaan kepada siapa untuk bisa menghentikan kegiatan gila PT. andalan yang mengeksploitasi secara brutal di lahan sengketa. Kuncinya adalah diam-diam harus di beri pelajaran.

Ashari Ketua Umum Explor Anoa Oheo mengatakan persoalan ini akan menambah masalah berat dalam penyelesaian sengketa lahan PT. Antam dengan 11 iup. Kita akan coba melibatkan seluruh stakeholder di wilayah kabupaten Konawe Utara. Secepatnya kami akan berkoordinasi baik dari pihak pemerintah dan kepolisian setempat. kita agendakan turun bersama di lapangan.

Penulis : Ashari. S. Sos

Komentar

News Feed