oleh

Dugaan Pemotongan Gaji dan Pemalsuan Tandatangan Guru Non PNS di SMPN 2 Kelara Terus Bergulir di Polres Jeneponto

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO | Dugaan Pemotongan Gaji Guru Non PNS dan Pemalsuan Tanda Tangan Guru dan Staf SMPN 2 Kelara yang merupakan hasil temuan Tim Pemeriksa Bawasda Kabupaten Jeneponto, dan sebagai tindak lanjut, pihak Bawasda terus mengejar dugaan tersebut dengan memanggil Kepala SMPN 2 Kelara, Muhammad Nur Ismail, S.Pd beserta bendaharanya, Ibu Subaedah.

Dari hasil klarifikasi Tim Pemeriksa Bawasda bersama sejumlah Guru Non PNS dan Staf SMPN 2 Kelara yang turut dihadiri bendahara menunjukkan adanya Pemotongan Gaji Guru Non PNS dan Pemalsuan Tanda Tangan terkait gaji honor tersebut.

Beberapa hari setelah klarifikasi tersebut dilakukan, oleh Tim Pemeriksa kembali mengklarifikasi hal tersebut kepada Kepala Sekolah dan bendahara SMPN 2 Kelara dan hasilnya benar adanya bahwa Kepala SMPN 2 Kelara bersama bendaharanya mengakui jika apa yang dipertanyakan tersebut yang merupakan hasil klarifikasi dengan guru-guru non PNS dan staf adalah benar.

Atas pengakuan keduanya, akhirnya Bawasda Jeneponto memerintahkan agar gaji Guru Honor dan staf yang dipotong tersebut segera dikembalikan dan pembayarannya dilakukan dikantor Bawasda Jeneponto.

Menurut sejumlah guru non PNS dan staf SMPN 2 Kelara menyampaikan bahwa kekurangan gaji guru-guru dan staf sudah dibayarkan kemarin di Bawasda yang disaksikan langsung oleh Pak Irban Wilayah Kecamatan Kelara dengan pembayaran bervariasi, sesuai selisih dari gaji yang dilaporkan di ampra dengan gaji yang diterima sesungguhnya, dari keseluruhan jumlahnya ada sekitar 20 juta lebih, terangnya.

Dan Polres Jeneponto, terkait kasus dugaan Pemotongan gaji guru non PNS dan staf SMPN 2 Kelara juga terus berjalan, menurut guru – guru non PNS dan Staf SMPN 2 Kelara bahwa kasus ini diharapkannya terus berjalan dan proses hukum terus berlanjut sesuai dengan hukum yang berlaku. Harapnya

Sementara itu, kanit Tipikor Polres Jeneponto Ipda Ahmad Saleh ketika dikonfirmasi diruang kerjanya beberapa hari yang lalu membenarkan bahwa, kepala SMPN 2 kelara Muh Nur ismail sudah di BAP kan sama Penyidik Tipikor Polres Jeneponto

Dan Apa yang dipertanyakan oleh penyidik dia mengakui semua termasuk dugaan pemotongan gaji Guru non PNS dan pemalsuan tanda tangan guru non PNS” Ujar kanit Tipikor Polres Jeneponto Ipda Ahmad saleh di

Sementara itu, Ketua DPC LSM L-PK2 Djumatanh  Kabupaten Jeneponto yang melaporkan kasus dugaan tersebut menyampaikan bahwa ia akan terus mengawal proses di Polres Jeneponto dan akan terus berkomunikasi dengan para petinggi di Polres Jeneponto untuk memastikan bahwa kasus tetap berjalan sesuai mekanisme. Jelasnya.

Laporan: TIM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed