oleh

Seleksi Ujian Tahap II Aparat Desa Gawu-gawu Bouse diduga Curang, Masyarakat Keberatan

TOPIKTERKINI-GUNUNGSITOLI-Seleksi Kedua (II) Ujian Penjaringan dan Penyaringan Aparat Desa Gawu-gawu Bouse diduga Pelaksanaanya Curang dan tidak konsisten membuat masyarakat Keberatan. Minggu 23/05/2021

Hal ini Diawali tidak Komitmenya Tim Penjaringan dengan keputusan yang telah disepakati pada pertemuan setelah Ujian Seleksi tahap Pertama (I) pada Hari kamis yang lalu tepatnya tanggal 15 April 2021,

Menurut Yustani Zega Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Gawu-Gawu Bouse saat di konfirmasi terkait Pengambilan Soal dari luar daerah Gunungsitoli, Menyatakan bahwa ada kecurigaan Oknum masyarakat bahwa panitia telah mengkondisikan para pemenang yang lolos ujian tahap pertama,

Katanya, ” Alasannya, demi independensi soal. Karna setelah ujian tahap 1, banyak informasi yang salah yang disampaikan kepada kami bahwa soal ujian tahap 1 adalah yang dibuat oleh panitia dan kepala desa. Padahal soal ujian adalah yg dibuat camat gunungsitoli utara. Termasuk info bahwa panitia telah mengkondisikan para pemenang yang lolos ujian tahap 1. Padahal tidak sama sekali,” Tuturnya Ketua Tim Mengakhiri.

Hal ini terkesan bertentangan dengan pernyataan Torotodo Zega,SE Camat Gunungsitoli Utara saat dikonfirmasi sebelum dilaksanakan Ujian Seleksi tahap II,

” Saya heran pihak panitia tidak ada kordinasi kepada pihak kecamatan Terkait persoalan Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Gawu-Gawu Bouse, Pada hal pada saat Ujian Seleksi tahap I merekan konsultasi dengan kita sebagai pihak kecamatan dan tidak ada persoalan pada saat itu,

Lanjutnya, Namun saat Ujian Seleksi Tahap II Bahan ujian tersebut diambil dari luar daerah kita yang nota benenya jauh dari daera kita, dan membutuhkan waktu 3 jam sampai didaerah kita disini,” Ungkap Camat Gunungsitoli Utara

Hal yang senada juga disampaikan Sinema faahakho dodo Zega ketua BPD Desa Gawu-gawu Bouse menyatakan, persiapan Tim penjaringan dan Penyaringan Aparat Desa sangat terburu dan tidak memberikan ruang kepada peserta untuk bertanya pada saat itu,

” Saya sebagai BPD didesa kita ini sangat terkejut karena bahan Ujian Tahap II tersebut diambil diluar daerah kita, Seakan-akan daerah kita ini tidak ada perguruan tinggi atau Campus untuk menyediakan bahan ujian tersebut,

Tambahnya, hal ini sangat bertentangan dengan Peraturan Walikota Gunungsitoli No 14 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perekrutan dan Pemberhentian perangkat desa di kota Gunungsitoli, Dimana bahan ujian tersebut bisa disediakan pihak desa, pihak kecamatan, dan juga pihak Campus atau perguruan tinggi namun hal ini daerah setempat, ” Tutur ketua BPD Desa Gawu-gawu Bouse,

Kemudian di terpisah salah satu Oknum masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya berinisial HZ mengatakan, ” Kami sangat kecewa perkerjaan Tim Penjaringan dan Penyaringan kepala desa yang diduga tidak memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya, Dan kami meminta Camat Gunungsitoli Utara Untuk membatalkan rekomendasi Calon Aparat desa tersebut karena diduga ada kejangalan,” Pungkasnya HZ itu.

Dari pantauan awak media, ada 4 orang para peserta yang keluar dari ujian tersebut karena pertanyaan mereka kepada panitia tidak di jawab membuat mereka meninggalkan tempat ujian Seleksi tahap ke II itu. (E85)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed