oleh

HNSI Meminta perhatian Pemerintah Nias Utara Kepada Nelayan Dampak Gelombang laut,

TOPIKTERKINI-NIAS UTARA-Gelombang laut ekstrim yang terjadi dibeberapa lokasi termasuk pesisir pantai wisata di Pulau Nias, Sumatera Utara, Seperti di pantai Lafau, pantai Turelotto dan tempat lainya mengalami kerusakan dan turunnya nilai keindahan serta panorama di sepanjang pesisir pantai. Bukan hanya itu saja yang paling prihatin perahu nelayan mengalami kerusakan sehingga beberapa nelayan memohon perhatian, uluran tangan dari berbagai pihak termasuk HNSI Nias Utara guna membantu kelangsungan hidup mereka. Hal ini menjadi hangat diperbincangan di dalam grup WhatsApp Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Nias Utara (Nisut), Kamis (27/05/2021)

Dalifati Ziliwu, S.Pd., M.Pd sebagai ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Nias Utara (Nisut) merespon keluhan para nelayan.

“Kita minta perhatian pemerintah untuk membantu nelayan baik dalam bentuk bantuan sosial dan juga dalam bentuk penanganan pembangunan pendukung agar kedepan perahu nelayan bisa lebih aman. Kita berharap melalu OPD terkait mendata permasalahan nelayan di Nias Utara lalu secara bertahap dihadirkan solusi tentunya dimulai dari yang prioritas.

Dalam menangani peningkatan perekonomian nelayan kita berharap OPD terkait mampu mengimplementasikan juru DEME (desa binaan OPD) dalam bidang perikanan dalam mendukung kebutuhan dan kepentingan nelayan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nias Utara bapak Sabar Jaya Telaumbanua, S.Pi., M.Si ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp +6281279681XXX karena sedang dinas luar kota berada di PT. EDEN FARM yang berorientasi penjejakan kerjasama di bidang pangan khususnya pertanian dan perikanan bersama bapak Bupati Nias Utara mengatakan

” Terkait nelayan yang mengalami perahu rusak akibat hantaman gelombang laut tersebut agar menyiapkan laporan detail dari nelayan dan mengetahui kepala desa, juga dalam laporan dimaksud melibatkan ketua kelompok nelayan dan HNSI, untuk disampaikan kepada Pemerintah melalui dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nias Utara.

“Kita juga akan verifikasi ke lapangan, penyuluh akan turun ke lapangan.” Tuturnya. (Junhar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed