oleh

Tahun Ini UMI Makassar Resmi Buka Lima Fakultas di Bantaeng

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Penantian panjang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bantaeng untuk menghadirkan Pendidikan Tinggi akhirnya terwujud melalui penandatanganan MoU Pemkab. Bantaeng dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) serta Pemkab. Bantaeng dan PGRI yang akan digelar di gedung Balai Kartini, Kamis (10/6) besok.

Hal ini terungkap pada konfrensi pers yang digelar tim fasilitator informal pembentukan Perguruan Tinggi di Salah satu Cafe dibilangan pantai lamalaka, Rabu 9/6/2021.

Konfrensi Pers digelar Tim Fasilitasi Informal pembentukan perguruan tinggi di Cafe BM, Rabu 9 Juni 2021

\Trio fasilitasi informal yang terdiri dari Armawansyah, S.Sos., M.M., Mahbub Alimuhyar, SH. dan Andi Ismail, SE.,M.M. pada kesempatan itu menghadirkan ketua pengembangan UMI DR. Yusri, Ketua PGRI Syafaruddin, S.Pd.,M.M. dan Ketua IKA UMI Ir. Alim Bahri.

Menurut Mahbub mewakili timnya mengungkapkan bahwa Tugas tim fasilitasi ini berakhir setelah penandatanganan MoU besok. “Tugas kami sebagai tim fasilitasi pembentukan perguruan tinggi telah selesai, menyusul penandatanganan Perjanjian Kerjasama besok” ungkap Mahbub yang menjadi juru bicara tim fasilitasi. Selanjutnya tugas penyelenggaraan, lanjut Mahbub, akan diambil alih panitia yang akan dibentuk segera, menyusul MoU yang ditandatangani besok para pihak, tambahnya.

Ditambahkan Armawansyah, kehadiran Pendidikan Tinggi di Daerah ini disambut antusias Bupati Bantaeng Ilham Azikin, kata dia, mengenang diawal timnya menghadap Bupati menyampaikan gagasan ini.

Masih kata Armawansyah, bahwa gagasan menghadirkan Perguruan Tinggi di Kota yang berjuluk Butta Toa ini, sejalan dengan Misi Bupati meningkatkan sumber daya manusia.

“Kehadiran Pendidikan Tinggi, di Bantaeng sejalan dengan Misi pertama Bupati yakni meningkatkan sumber daya Manusia” tuturnya

Ketua PGRI Bantaeng Syafaruddin mengakui, harapan dan tuntutan masyarakat Bantaeng ini sudah ada sejak sepuluh tahun yang lalu bahkan diakui kepala sekolah SMA Neg. 2 ini, telah merintis perguruan tinggi beberapa tahun yang lalu namun terhenti dengan adanya Moratorium, tuturnya.

Pada kesempatan itu DR Yusri mewakili Wakil Rektor 5, mengakui dirinya tidak dalam kapasitas menyampaikan kebijakan UMI, namun dirinya hanya menyampaikan hal hal yang diketahuinya setelah mengikuti perjalanan panjang pembentukan UMI di daerah ini.

“Kehadiran saya lebih awal atas restu Rektorat, untuk membantu tim fasilitasi mempersiapkan rencana penandatanganan perjanjian kerjasama yang akan digelar besok” kata Yusri.

Dia juga mengungkapkan, Universitas Muslim Indonesia pada tahun pertama ini akan membuka lima fakultas yakni Fakultas Hukum, Ekonomi, Pertanian, Ilmu Komputer dan Tarbiyah.

“Untuk tahun pertama dari hasil kajian, wawancara dan mengetahui potensi yang menjadi urgent di Bantaeng maka UMI tahun ini membuka 5 fakultas yakni Fakultas Hukum, Ekonomi, Pertanian, Ilmu Komputer dan Tarbiyah” ungkap Yusri.

Lebih jauh dikatakan Yusri, dimungkinkan Pemerintah Kabupaten Bantaeng dapat secara mandiri mengelola perguruan tinggi yang saat ini menjadi binaan UMI, tambahnya.

Oleh karnanya, diharapkan dukungan penuh masyarakat Bantaeng untuk menjaga dan memelihara keberlangsungan perguruan tinggi yang telah dirintis saat ini, hingga dapat bertahan dan berkembang dimasa mendatang, pungkasnya.

Mewakili masyarakat Bantaeng Mudahri, mengapresiasi pemerintah Bantaeng yang menghadirkan salah satu Perguruan Tinggi pavorit di Indonesia Timur. Sehingga warga Bantaeng dengan mudah mengontrol anaknya dan yang tidak kalah penting biaya pendidikan dapat ditekan dengan menghilangkan biaya tempat tinggal anak.

“Tentunya dengan kehadiran Perguruan tinggi di Bantaeng sangat membantu kami orang tua menekan biaya pendidikan dan yang terpenting fungsi kontrol terhadap anak akan lebih baik” katanya

Laporan : Armin

Komentar

News Feed