oleh

Istri sholehaku Ternyata Orang Cianjur By: Prof. Dr. H Fernandiya Sima Antasari., Ma., Mba

Assalamualaikum, Puji syukur kami panjat kan kepada Allah Swt dan tidak lupa solawat serta salam semoga terlimpah oleh junjungan kita nabi Agung Muhammad Saw. Sahabat dan saudara ku semua semoga kita selalu dalam lindungan Allah untuk menjalani perjalanan hidup di dunia ini Amin yaa rabbal alamin.

 

Liku liku kehidupan tentunya ada dalam bahtera perjalanan keluarga, ada suka dan ada duka, namun kita harus melewatinya dengan sebaik mungkin agar perjalanan itu menjadi berkah bukan menjadi laknah. Adalah keharusan kita tata rapi agar perjalanan itu menjadi benang yang suci bukan menjadi duri, kali ini alhamdulillah kami akan menceritakan sedikit pengalaman tentang perjalanan hidup kami.

Asal muasal kenapa sampai cianjur kami jatuh hati. Saat itu di hari minggu, kami menghadiri undangan pers di daerah cianjur, tepat nya di villa lotus, kebetulan kami saat ini selain selaku dewan redaksi dan pendiri di salah satu media cetak dan media online yang kami beri nama “Dirgantara7.”

Awal berjumpa saat itu, tidak ada rasa sedikit pun dengan wanita yang sekarang menjadi dambaan hati kami, perjumpaan kami saat itu pun hanya sebatas berjabat saling memperkenalkan nama dan saling bertukar nomor kontak person.

kami hanya saling sapa biasa” aja sebab saat itu kami mengira bahwa si wanita itu telah menikah dan berstatus istri, saat di villa lotus wanita tersebut dia membawa anak nya bersama seorang laki” yang kami kira adalah suaminya.

Usai kegiatan tersebut, kami pun balik pamitan kepada pimpinan redaksi media Krimsus, pihak yang mengundang kami.

Sesampai nya di sekitar cisarua dalam perjalanan pulang, sontak teringat bahwa kaca mata kami tertinggal, biasa di usia yang sudah menginjak kepala 4 kacamata sudah menjadi benda yang selalu ada, saat kami hubungi pimred nya krimsus, tidak di angkat call kami dan ada lagi nama Aa aji juga kami call hasilnya pun nihil, tidak di angkat, terakhir ada nama teteh siti rahma kami call alhamdulillah di angkat, setelah itu kami sampaikan.

“Teteh mhn ijin minta tolong dong, ada kacamata kami tertinggal di lemari mhn di cek kan bila ada mohon di simpan, insyaallah nanti malam kami ambil ya teh.”

Teteh pun bilang, iya pak, nanti kami simpan kan, kata si teteh, kami pun sangat lega bahwa kacamata pun ada dan sudah di simpan ama si teteh.

Sore pun mulai tiba pertemuan pun sudah selesai kami bersama sopir ingin berangkat ke sukabumi mengantar teman, malam pun tiba kami call teteh, mohon maaf teteh kami sebentar mau mampir ambil kacamata, sahut teteh, “ya pak kami tunggu,” alhamdulillah sekitar jam 2 malam kami tiba di kediaman teteh untuk mengambil kacamata sekalian minta di bikin kan air hangat, untuk rendam tangan kami yang kebetulan saat itu tangan kami kena penyakit exim. Setelah itu kami pamit antar teman ke sukabumi, setelah sampai di rumah cibubur kami coba chat teteh saat itu, kami hanya sapa dan masih belum ada rasa sebab kami masih anggap sebagai teman biasa, hanya (tanya kabar) lagi ngapain, sapa biasa dan belum ada sedikit pun cinta itu tumbuh.

Foto si teteh pun kami minta, sejak itu kami selalu melakukan shalat istikharah selama berhari hari kurang lebih 1 minggu, sambil terus berkomunikasi via handphone, dan ternyata rasa itu muncul dgn sendirinya.

Rasa itu mulai ada di saat kami ada berjalan bersama menuju kota bandung saat dalam perjalanan, disitu lah rasa itu makin tumbuh dan makin tumbuh. Sepulang dari bandung, sempat mampir ke rumah makan dan bertemu dengan pamannya si teteh yang kebetulan pak kades di situ, kami makan bersama perasan kami sudah serasa istri, walau belum di ijab sebab ngobrol nyambung dan sopan jadi hati kami makin erat.

Akhirnya Allah menjodohkan kami, tepatnya tgl 5 juni 2021Masehi atau tanggal 24 syawal 1442 H.

Hanya itu lah yang bisa kami ceritakan perjalanan hidup kami semoga barokah dan mohon doanya untuk keluarga kecil kami menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah Aamiiin.
Terima kasih.. wasalam

Komentar

News Feed