oleh

Polres Lotim Bina Ratusan Jukir Liar Tanpa Legalitas

Topikterkini. Com. Lombok Timur  – Polres Lombok Timur bina ratusan juru parkir liar tanpa Legalitas. Pembinaan tersebut bertempat di lapangan Apel polres Lotim.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio, S.I.K, M.H., KBO Sat Reskrim IPDA Zulkifli, SH., Kanit Reskrim Polsek Jajaran meleksanakan giat Operasi premanisme., Kadis Perhubungan Kab. Lotim Kab. Lotim Drs. Purnama Hadi, Kabid Retribusi dan Penerimaan lainya Bappenda Kab. Lotim  H. Jayadi, Kabid PMS Bakesbangpoldagri Kab. Lotim  Mustayin.

Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio, S.I.K, M.H.,menjelaskan, sejak tanggal  14 Juni 2021 Satreskrim Polres Lombok Timur bersama dengan jajaran Polsek Polres Lombok Timur telah melaksanakan operasi pemberantasan premanisme di wilayah Hukum Polres Lombok Timur, Ucap, AKBP Tunggul, Jumat, 25/06/2021.

“Hasil pemberantasan premanisme pertanggal 14 Juni 2021 sebanyak 141 orang sedangkan pertanggal 24 Juni 2021 sebanyak 109 orang yang dilaksanakan di 21 titik Lokasi, ” Kata, AKBP Tunggul.

” Barang bukti yang di amankan selama pemberantasan premanisme tanggal 24 Juni 2021, uang yang berjumlah Rp. 762.000,- (Tujuh Ratus Enam Puluh Dua Ribu Rupiah), Dua) Buah Peluit atau Lipri, (Dua) Bendel Karcis parkir, ”  Jelasnya.

“Peraturan yang dilanggar yaitu Pasal 28 Perda Kab. Lombok Timur Nomor 10 Tahun 2016 yakni tidak menggunakan pakaian seragam, tanda pengenal serta perlengkapan lainnya yang ditetapkan oleh Bupati atau Pejabat yang ditunjuk dengan ancaman kurungan paling lama 3 (Tiga) bulan atau denda paling tinggi Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah), “Tegasnya.

Masih kata AKBP Tunggul, Sehingga kita melakukan penertiban terhadap premanisme dalam areal publik yang ada di wilayah Kab. Lombok Timur guna memberikan rasa aman dan nyaman terhadap warga masyarakat Kab. Lombok Timur. Pembentukan satgas pengendalian premanisme yang dinaungi oleh beberapa OPD ( Pol PP, Dishub, Bapenda, Dispar, Dinas Perdangan dan Bangkesbangpoldagri). Mendorong untuk dilaksanakan sosialisasi terkait aturan.

“Orang-orang yang diamankan sejak tanggal 14 Juni 2021 sampai dengan tanggal 23 Juni 2021 sehubungan dengan pemberantasan premanisme telah dilakukan pembinaan serta teguran dengan maksud atau tujuan untuk dapat memberikan rasa aman terhadap warga Kab. Lombok Timur serta mendorong kemajuan ekonomi daerah Kab. Lotim, ” Pungkasnya.

Liputan: RiL

Komentar

News Feed