oleh

Menejemen RSUD Bantaeng Bantah Tudingan Malapraktik, Dewas Desak Tuntaskan Laporan

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Ketua Dewan pengawas Asruddin, SIP., M.Si., desak pihak manejemen RSUD Prof. Anwar Makkatutu Bantaeng, tuntaskan dugaan kasus malapraktik oknum dokter, hal ini disampaikan diruang kerjanya, Senin 5/7/2021.

Menurut Asruddin yang juga menjabat Asisten 3 Setda Bantaeng ini, kasus dugaan malapraktik yang menimpa salah seorang dokter Obgin RSUD Prof DR Anwar Makkatutu pada bulan Juni yang lalu, seharusnya sudah diterima Dewas RSUD sepekan setelah kasus ini mencuat

“Sesuai penyampaian lisan pihak manejemen RSUD tim medis hanya butuh waktu sepekan melakukan investigasi” ungkap Asruddin.

Bahkan lebih jauh dikatakan Ketua Dewas RSUD, pihak manejemen juga melaporkan kasus ini ke Inspektorat berkaitan dengan dugaan adanya pelanggaran disiplin ASN oknum dokter tersebut, jelasnya.

“Sampai saat ini kami belum menerima laporan tertulis dari manejemen Rumah Sakit terkait hasil investigasi yang dilakukan tim medis maupun inspektorat” kata Asruddin.

Diakui Asruddin, kasus ini Dewas juga mendapat desakan dari masyarakat untuk melakukan klarifikasi, agar tidak terkesan kasus ini ditutup tutupi.

“Pekan ini, saya harap sudah ada hasil investigasi dari pihak manejemen RSUD, atau Dewas akan menyurat mendesak manejemen” tandasnya.

Ditempat terpisah Kepala Inspektorat Bantaeng Muh. Rivai, SH., diruang kerjanya mengakui adanya laporan tertulis manejemen RSUD Prof Anwar Makkatutu, “Laporan tertulis manejemen Rumah Sakit sudah diterima bulan Juni lalu” kata Rivai,

Atas dasar laporan itu lanjut Rivai, pihaknya melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap terlapor, dan sekarang sementara dibuatkan kesimpulannya.

“Serangkaian pemeriksaan sudah kami lakukan, terakhir diperiksa hari Jum’at lalu, sekarang sementara kami menyusun kesimpulannya” pungkas Rivai.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dr. Hikmawati yang dihubungi via ponselnya, Selasa (6/7) pagi tadi, mengakui belum menyampaikan laopran tertulis kepada Dewan pengawas RSUD.

“Iya, laporan tertulis baru mau dilaporkan” aku dr Hikma, kita melaksanakan ropkes anilisis disepanjang perjalanannya (riwayat penanganan operasi, red), tambahnya.

Terkait tudingan malapraktik dr. Hikma membantah dari rankaian analisis dan investigasi, tidak ditemukan adanya malapraktik seperti yang ditudingkan.

“Sejauh ini tidak ada ditemukan malapraktik” tandas dr Hikma.

Seperti yang diberitakan media ini (edisi,18 Juni), Dugaan malapraktik operasi caesar, Sri Fausiah (21) warga Kabupaten Jeneponto terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Labuang Baji Makassar (9/6) karena mengalami pendarahan hebat pasca operasi caesar (7/6) yang dilakukan oknum dokter In.

Pendarahan hebat yang dialami korban berakibat pada disfungsi ginjal korban terganggu dan kembali menjalani operasi di RS Labuang Baji (14/6) kemudian lanjut korban menjalani cucu darah (16/6).

Serentetan dampak operasi caesar yang dialami korban diduga kuat oknum dokter In melakukan malapraktik operasi tersebut.

Laporan : Armin

 

Komentar

News Feed