oleh

Rumah Dirusak, Polisi Selidiki Penyerangan Bersenjata Tajam di Tamanroya Jeneponto

TOPIKTERKINI.COM, JENEPONTO | Pasca pemuda dari Barandasi menyerang menggunakan senjata tajam (Sajam) warga kampung Tamanroya di Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, membuat warga Tamanroya trauma.

Kanit Reskrim Polsek Tamalatea, Aiptu Syarifuddin mengatakan dugaan perkelahian yang berujung hingga pengrusakan rumah dan lainnya, sedang diselidiki, dalam waktu dekat juga akan melakukan pengambilan keterangan saksi-saksi korban.

“Kita sudah tangani dan sementara kita lakukan penyelidikan. Ada Laporan Polisinya (LP), tapi masih ada di ruangan pak Kapolsek. Ini diduga gara-gara kata-kata sehingga ada ketersinggungan,”ujar Syarifuddin, Sabtu (7/8/2021)

Babinkamtibmas Tamanroya Polsek Tamalatea, Aipda Andi Pangerang menjelaskan, bahwa hal tersebut berawal dua orang lelaki dari Barandasi bertanya kepada seseorang pemuda Tamanroya tentang harga sabu-sabu.

“Jadi menurut informasi, awalnya itu, ada du lelaki barandasi bertanya kepada seorang pemuda Tamanroya tentang harga sabu sabu. Namun warga Tamaroya ini mengatakan ih jangan itu barang yang dilarang tidak bisa, ditangkap orang biar siapa pun biar bapakmu,” ujarnya

Pangeran menyebut mungkin dari perkataan itu, sehingga tersinggung pemuda barandasi di pukuli ataukah berkelahi dengan warga Tamanroya. Namun warga Tamanroya lari kesekitar rumahnya pak lingkungan.

“Dikiranya naik di rumahnya pak lingkungan, akhirnya rumahnya pak lingku di lempari batu karena dianggap bersembunyi diatas dan setelah dilempari naik lagi di rumah dan memecahkan gelas diteras, begitu kejadiannya. Ada sekitar 10 orang lebih dari Barandasi,” terangnya

Dalam rekaman video, yang diperoleh Topikterkini.com, terduga para pelaku berteriak-teriak sambil mengacungkan parang. Hingga terajadi kejar-kejaran. Warga Kampung Tamanroya dibuat panik.

Informasi dihimpun, Kepala lingkungan setempat sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamalatea. Dalam peristiwa itu tak ada korban jiwa, namun warga setempat masih trauma, bahkan ada yang meninggalkan rumahnya.

Laporan: Usman S
Editor : Samsul/Redaktur Senior

Komentar

News Feed