oleh

Jelang MotoGP, Dishub Provinsi NTB Adakan Rapat Dengan Pihak Organda Dan Perum DAMRI

Topikterkini.com MATARAM : Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB L. Muhammad Faozal melakukan rapat koordinasi bersama staf di lingkungan Dinas perhubungan NTB dalam rangka evaluasi kesiapan dinas Perhubungan NTB dalam menyambut pegelaran World Superbike (WSBK) pada bulan November 2021 dan MotoGP 2022 di sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah. (18/08/2021)

Hadir pula dalam Kegiatan tersebut yakni  Kabid LLAJR beserta staf, Kabid Angkutan Darat beserta staf, Ketua Organda NTB, Perum Damri NTB, Kadis Dishub Kabupaten/Kota sepulau Lombok yang berlangsung diruang rapat kantor Dishub Provinsi NTB di  jalan Langko, kota Mataram, Senin (16/08/) kemaren.

L. Muhammad Faozal menjelaskan bahwa,  WSBK ini adalah merupakan event yang telah terjadwal, namun apakah masih dlm kondisi pendemi. Sehingga event tersebut belum kita ketahui secara jelas apakah diikuti oleh penonton atau tanpa penonton, tutur Faozal.

“Kami masih menunggu kepastian dari pihak penyelenggara yaitu Dorna, apakah konsep WSBK di gelar dengan penonton atau tanpa penonton, kami masih menunggu kejelasan itu,” uangkapnya.

Kami telah mempersiapkan skenario untuk kesiapan transportasi, dimana transportasi merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kesuksesan pergelaran bertaraf internasional ini. Bila event ini nati diselenggarakan dengan penonton, maka apa yang akan disiapkan ini tentu akan menunjang kesuksesan pergelaran yang kita selenggarakan ini.

Sementara itu kepala bidang lalulintas dinas perhubungan NTB Izzudin Mahili S. STp,  menjelaskan bahwa pada saat pegelaran WSBK atau MotoGp nanti, kami akan menerapkan rekayasa lalulintas terutama diseputaran Bizam menuju Mandalika.

Bentuk rekayasa lalin pada saat gelaran event diselenggarakan akan menggunakan dua cara, yaitu mengatur lalulintas bagi pengunjung yang datang sebelum hari H,  sehingga akan disiapkan Git Mandalika yang artinya pengunjung yang ada di wilayah  lombok sendiri. Sedangkan untuk cara kedua yaitu milenial genset yang biasanya terjadi pada hari H, dimana para penonton datang pada hari tersebut sehingga pihak ITDC akan menyiapkan tempat penyimpanan barang sementara, karena biasanya penonton seperti ini berasal dari club-club kendaraan bermotor yang datangnya pada hari H dan mereka tidak menginap di hotel, sehingga membutuhkan tempat penitipan barang, oleh karenanya pihak ITDC akan menyiapkan sarana ini di seputaran mandalika, jelas Izzudin.

Untuk skenario kedua ini mungkin agak sedikit repot mengaturnya, sehingga untuk saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pemerintah kota kabupaten melalui Dishub nya untuk bersama-sama merumuskan pola mengatur lalulintas pada event tersebut.

“Pemerintah Kabupaten/Kota agar bisa menyebar titik-titik Nobar di seputaran mandalika atau lombok tengah”, tutup Izzudin.

Pada kesempatan yang sama ketua DPD Organda wilayah NTB Junaidi Kasum menerangkan bahwa, dalam rangka menyambut WSBK ini sesuai arahan kepala Dinas Perhubungan, maka saat ini kami sedang membuat tim-tim yang akan mengelola secara keseluruhan angkutan yang beroperasi pada saat pagelaran event  tersebut.

“Kami akan mempersiapkan legalitas,  terutama kepada angkutan yang ikut beroperasi. Tim dari Organda ini nantinya sebagai tim terdepan yang mengkordinir para armada angkutan,” ujar Ketua DPD Organda wilayah NTB yang akrab di panggil JK.

Seluruh organisasi angkutan termasuk angkutan pemerintah dalam hal ini Perum Damri bersama Dishub akan duduk bersama untuk membuat sebuah aturan agar dapat  dilaksanakan oleh seluruh armada angkutan yang beroperasi pada areal tersebut.

Tim Liputan  : Saeful.

Komentar

News Feed