oleh

SLB Negeri 1 Makassar Gelar Pelatihan Cipta Baca Puisi, Dr.Iis Masdiana: Ini Program Positif, Ikuti Dengan Ikhlas

Topikterkini.com-Makassar: Kebijakan pemerintah terus digulirkan sebagai upaya untuk lebih mengoptimalkan hentakkan pencapaian mutu pendidikan, salah satunya adalah hadirnya sekolah penggerak.

Dr. Iis Masdiana, Pengawas SLB

“Dan kita sebagai orang pemerintah dibidang pendidikan hendaknya segera meng-implementasi dilapangan sebagai bentuk ketanggapan kita untuk mengsukseskannya segala program,” demikianlah diungkapkan Iis Masdiana (Pengawas SLB) saat membuka kegiatan pelatihan Cipta baca puisi yang dilaksanakan SLB Negeri 1 Makassar.

Lebih jauh pengawas SLB ini mengungkapkan, pelatihan ini dapat disebut program yang positif, untuk itu para peserta diharapkan dapat mengikutinya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, sehingga nantinya bermanfaat buat diri sendiri dan siswa SLB.

Kepsek SLB Negeri 1 Makassar

Sementara Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Makassar, Dr.A.Hamjan,SPd,M.Pd, melaporkan jumlah personil guru yang ikut selaku peserta sebanyak 30 orang.

Kegiatan ini kata dia, seharusnya dilaksankan tahun 2019, namun tertunda karena pandemi Covid 19.

“Saat ini pandemi telah melandai,
Alhamdulillah programpun siap dilaksanakan meski tetap mengikuti protokol kesehatan,” ungkapnya.

A.Hamjan yang mengaku akan memarathonkan segala program yang ada di SLB yang dipimpinnya, mengingat begitu sulit meraih label sekolah penggerak, tandasnya.

Sebagai nara sumber pelatihan dari Dewan Kesenian Makassar Drs.Ahmadi Haruna yang juga dikenal sebagai pekerja jurnalistik senior di Sulsel dan redaktur Majalah literasi dan pendidikan “Macca”

A.Joharniati, salah seorang peserta yang juga menjadi moderator pada acara pelatihan mengungkapkan, cukup antusias untuk mengikuti materi, karena cabang seni karya sastra untuk pertama kalinya dilatihkan kepada guru SLB.

Menurut dia cukup mengasyikkan, sebab selain dituntun akan langkah langkah cipta puisi, juga nara sumber memberikan contoh cara membaca puisi yang baik.

“Alhamdulillah, kami berkesempatan mengikutinya bersama rekan – rekan lain,” jelas A.joharniati ,S.Pd.

A.Joharniati, yang dalam kegiatan itu juga menyuguhkan karya puisi berjudul Corona, dan tampil membacakan, setelah itu menyimpulkan hasil kegiatan pelatihan.

Menurut dia, cipta dan membaca puisi adalah dua kegiatan yang saling terintegrasi, namun keduanya memiliki ranah yang berbeda, cipta puisi masuk dalam ranah menekankan inspirasi, penentuan tema, pemilihan diksi, rama irama dan gaya bahasa, sedangkan membaca puisi merupakan ranah pemeranan atau keaktoran yang menekankan aspek acting ,vokal, penjiwaan dan expresi tubuh dan wajah, tulisnya dalam kesimpulan yang dibacakan pada sesi penutupan.

Laporan: AH/Redaksi 02

Komentar

News Feed