oleh

Ketua KASTA NTB DPD Kota Mataram: Aneh Pasien Menggunakan BPJS Dimintai Biaya

Topikterkini.com. Mataram– LSM KASTA NTB DPD Kota Mataram mendatangi BPJS KESEHATAN CABANG MATARAM Guna menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait dugaan tidak singkronnya antara pelayanan BPJS dengan Pelayanan di Rumah Sakit yang berkaitan dengan jaminan kesehatan.

Daeng Sabana Basyir (Ketua LSM KASTA NTB Kota Mataram) menyampaikan bahwa banyak sekali dugaan-dugaan pelanggaran aturan yang dilakukan oleh oknum-oknum dirumah sakit mengenai penggunaan BPJS, Diantaranya : banyak keluarga pasien yang dimintai biaya tambahan oleh pihak rumah sakit padahal pasien yang bersangkutan menggunakan BPJS, Ujar, Daeng, Kamis, 02/09/2021.

“Aneh sekali kok bisa pasien sudah menggunakan BPJS tapi dimintai biaya tambahan,” ungkapnya.

Selain itu, Ramli (Sekretaris LSM KASTA NTB DPD Kota Mataram) menyampaikan,bahwa dirinya pernah mendapat aduan masyarakat mengenai pelayanan disalah satu klinik di Kota Mataram yang merupakan mitra dari BPJS, ia mengungkapkan bahwa pihak klinik dimaksud menjelaskan kepada keluarga pasien jika dirinya tidak bisa dirujuk ke faskes kesehatan diatasnya disebabkan adanya keterbatasan kuota rujukan, dimana dalam sebulan dijatahkan hanya 20 orang,”Ujarnya.

“Jika benar kuota rujukan ini dibatasi kan lucu, ” Cetusnya.

Dalam pertemuan ini ditemui oleh Kabid Humas BPJS Cabang Mataram dan beberapa Kepala Bidang Lainnya, diantaranya : kepala bidang kepesertaan dan pelayanan peserta BPJS kesehatan cabang mataram (I Wayan Sumarjana ), kepala bidang penjaminan manfaat rujukan BPJS kesehatan cabang mataram (Putu Gede Wawan Swandayana), serta kepala bidang penjaminan manfaat primer BPJS kesehatan cabang Mataram (I Nengah Dwi Jendraatmaja).

Menanggapi beberapa persoalan diatas, Kepala bidang kepesertaan dan pelayanan (I wayan Sumarjana) mengungkapkan bahwa pihaknya mengakui sudah melaksanakan sosialisasi secara maksimal meskipun belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sebab, selain membutuhkan waktu dan biaya yang banyak, juga disebabkan karena sering berubahnya aturan dari pusat, namun pihaknya tetap akan melakukan komunikasi dengan pihak terkait agar tidak terjadi mis komunikasi lagi, Ucapanya.

“Hal ini terjadi karena kesalahan komunikasi, kami berjanji akan segera menyelesaikan persoalan ini, kami sangat berterimakasih kepada rekan-rekan LSM KASTA NTB Yang sudah berkenan untuk mengkalrifikasi persoalan ini ke kami sehingga kami bisa evaluasi kembali, ” Jelasnya.

Sementara kepala bidang penjaminan manfaat rujukan BPJS kesehatan cabang mataram (Putu Gede Wawan Swandayana) menjelaskan pihaknya akan memberikan SP Langsung kepada pihak Rumah Sakit jika terbukti melanggar aturan perjanjian yang sudah tertuang dalam peraturan menteri ataupun perpres tentang jaminan kesehatan. Kabid yang akrab disapa dr. Wawan ini menambahkan memang pihaknya sering menerima pengaduan seperti ini dan langsung menindaklanjuti, bahkan jika ada yang tidak mengindahkan pihaknya tidak segan-segan memutus kontrak kerjasamanya.

“Banyak pengaduan-pengaduan yang kami terima berkaitan dengan persoalan ini dan kami langsung tindaklanjuti ke Rumah Sakit atau Klinik bersangkutan bahkan jika mereka bandel, kami langsung putus kontrak”, Katanya.

Liputan: RiL

Komentar

News Feed