oleh

DPRD Provinsi NTB: Tes PCR Masih Mahal, Berbeda Tes Antigen Biayanya Relatif Lebih Murah

Topikterkini.com.Mataram : Tes PCR bagi pelaku perjalanan dinilai sangat memberatkan karena biaya untuk melakukan tes PCR tersebut masih sangat mahal, berbeda dengan tes antigen yang biayanya relatif lebih murah.

DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Haerul Warisin  menjelaskan,  penunjukkan tes PCR sebagai prasyarat perjalanan keluar daerah bagi yang menggunakan transportasi udara sangat memberatkan. Oleh karena itu pihaknya meminta agar tes PCR untuk ditiadakan tapi cukup dengan menunjukkan tes swab antigen, Ucap, Haerul Warisin.

“Kemarin saya sudah WA pak gubernur. Saya bilang itu, Bali, Jakarta dan Jawa sudah tidak ada lagi masyarakat yang lalu lalang menggunakan penerbangan tidak menggunakan PCR tapi cukup swab antigen. Nah sekarang banyak masyarakat pengusaha yang ada di NTB itu meminta agar kebijakan PCR untuk penerbangan ke Jawa dan Bali di rubah menggunakan swab antigen. Dan jika seandainya itu ada pergub atau surat edaran gubernur lainnnya yang menggunakan PCR itu dicabut menjadi swab antigen,” katanya, Jumat (27/8/2021).

“Gubernur dalam WA nya mengatakan, segera bang. Memang PCR itu targetnya untuk mengurangi mobilitas,” sambungnya menceritakan komunikasi dengan orang nomor satu di daerah ini.

Politisi Grindra menegaskan, NTB saat ini sudah masuk level 3 sehingga tes PCR bagi syarat perjalanan keluar daerah dengan penerbangan harus dicabut dalam mengurangi beban masyarakat.

“Biaya PCR itu mahal sehingga kita jangan main-main. Oleh karena itu pihak eksekutif dalam hal ini segera merespon keinginan masyarakat agar tidak memberatkan sebab masyarakat akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Coba sekarang apa bedanya, orang yang mau masuk ke Bali dari Lombok menggunakan jalur laut pakai swab antigen tapi kalau pakai transportasi udara pakai PCR,” paparnya.

Pemerintah provinsi seharusnya komitmen dan konsisten regulasi yang dibuat. Dimana disatu sisi membolehkan orang masuk dari Jawa dan Bali menggunakan kapal dengan swab antigen tapi jika menggunakan pesawat udara harus menunjukkan hasil tes PCR.

“Persoalan ini banyak disampaikan ke saya dan sangat menyulitkan. Kenapa mereka kesulitan, sekarang misalnya ada jadwal atau janji di Jakarta untuk datang hari Jumat dan disampaikan pada hari Kamis. Maka hari itu juga harus tes PCR dan hasilnya belum tentu besok keluar. Ini artinya betul-betul tidak paham pemerintah ini dalam upaya mengembalikan pemulihan ekonomi ini. Sebab yang dipersulit adalah pelaku ekonomi yang ingin berbuat terbaik bagi kebangkitan ekonomi,” tandasnya. (Tim).

Komentar

News Feed