oleh

Modal Usaha Sebesar Rp 508 Juta Dan Premi Asuransi untuk 400 orang disampaikan Bupati Nisut Kepada Nelayan

TOPIKTERKINI/NIAS UTARA-Bupati Nias Utara yang didamping Wakil Bupati melalui Dinas Kelautan dan Perikanan menyerahkan bantuan modal usaha kepada 8 orang Nelayan di Nias Utara sebesar RP 508 juta dan 400 Premi Asuransi Nelayan di halaman kantor Bupati Nias Utara (Nisut) pada hari Senin (18/10/2021)

Pada arahannya, Amizaro menyampaikan “Bantuan yang diterima hari ini merupakan hasil usaha yang kita lakukan selama ini dan bukan didapatkan begitu saja, maka saya berharap pinjaman modal dan asuransi yang diterima hari ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya” tutupnya.

Kadis Perikanan Nisut Sabar Jaya Telaumbanua, S.Pi., M.Si mengatakan bahwa bantuan permodalan dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) kementerian kelautan dan perikanan RI merupakan Layanan pinjaman atau pembiayaan dana begulir yang berpendampingan dengan Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sektor Kelautan dan Perikanan yang menjadi solusi modal usaha kepada nelayan dengan jasa modal 3% per tahun. Nilai pinjaman modal bervariasi tergantung permohonan, nilai agunan dan hasil evaluasi tim dari pusat.

Dijelaskannya, Jenis Usaha yang dapat dibiayai Badan Layanan Umum (BLU) LPMUKP diantaranya;
Penangkapan Ikan, beserta Usaha Pendukungnya
Pembudidaya Ikan, beserta Usaha Pendukungnya.
Pengolahan dan Pemasaran hasil Perikanan,.
“Silahkan datang langsung dan berkoordinasi dengan Pendamping permodalan yaitu bapak Septinus Mendrofa, S.Pi (HP +62 853-6344-9711) sebagai orang yang dipercayai Pusat di LBU LPMUKP. Semua persyaratan lebih lanjut bisa ditanyakan langsung kepada pendamping untuk dapat pengajuan pinjaman modal. Bantuan modal ini digunakan oleh nelayan, pembudidaya ikan, pengolah maupun pemasar, dan masih diberi kesempatan untuk pengajuannya, harapnya.

Lebih lanjut disampaikan Kadis KP Nisut, sedangkan bantuan premi asuransi nelayan itu berasal dari APBD Provinsi Sumatera Utara TA. 2021 sebanyak 400 orang untuk dibagikan kepada nelayan yang ada di Nias Utara, ungkapnya.

Diuraikannya, Bantuan Premi Asuransi Bagi Nelayan (BPAN) yang diberikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara, berupa bantuan pembayaran premi dengan persyaratan dan Kriteria Calon Penerima BPAN;
a. Memiliki Kartu Nelayan / Kusuka yang masih berlaku;
b. Berusia maksimal 64 tahun pada tanggal 31 Desember 2021;
c. Diutamakan yang belum pernah menerima Asuransi Nelayan, bagi yang sudah pernah
mendapat diperbolehkan selama tidak pada tahun yang sama;
d. Merupakan nelayan yang masih aktif melakukan penangkapan ikan;
e. Patuh pada ketentuan yang tercantum dalam Polis Asuransi, tutupnya.

Dalifati Ziliwu sebagai ketua HNSI Nisut mengharapkan, sebagai mitra pemerintah kita harapkan kerjasama yang baik kepada LBU-LPMUKP dan atau Dinas Perikanan Nisut untuk memfasilitasi kelompok binaan nelayan yang ada di wadah HNSI Nisut, mendapatkan bantuan modal bagi yang memenuhi kriteria, harapnya.

Lebih lanjut dikatakan Politisi dari PKP Indonesia itu, bantuan bagi nelayan di era pandemi Covid-19 ini merupakan sebuah bentuk komitmen pemerintah yang peduli nasib nelayan, sebagai pengurus sekaligus Ketua HNSI Kabupaten Nias Utara menyampaikan apresiasi, kebanggaan kepada Pemda Nisut yang terus memperhatikan warganya. Jujur kita sampaikan bahwa Pandemi Covid19 telah memberikan dampak yang besar terhadap nelayan. Diantaranya berkurangnya daya beli masyarakat terhadap hasil laut dan berdampak terhadap potensi pendapatan nelayan, mengakhirinya. (Junhar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed