oleh

Gelar Apel Siaga TPK, Kadis P2KBP3A : Laporkan Rencana Nikah 3 Bulan Sebelum Hari H

Topikterkini.com.Banggai  – Dalam rangka mengefektifkan upaya penurunan angka stunting, Masyarakat Kabupaten Banggai dihimbau untuk melaporkan rencana pernikahan minimal 3 bulan sebelum hari pelaksanaan.

Informasi tersebut diperoleh lewat pernyataan Kepala Dinas P2KBP3A, Dr. dr. Anang S. Otoluwa, MPPM ketika memberikan arahan pada kegiatan Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga (TPK) Se-Kabupaten Banggai di Aula Kantor Camat Luwuk, Kamis (12/5/22).

“Bagi bapak ibu sekalian yang akan menikah atau menikahkan anaknya, harap melaporkannya ke kami minimal 3 bulan sebelum hari H,” ucapnya.

Alasan kenapa harus dilaporkan 3 bulan sebelumnya, menurut pria yang akrab disapa dr. Anang itu, supaya jika dideteksi memiliki faktor penyebab stunting pada anak, maka ada rentang waktu untuk memperbaiki hal tersebut, sehingga bisa dipastikan ketika nanti hamil, resiko-resiko penyebab stunting tadi sudah tidak ada lagi.

Ia menambahkan pula,  setelah dilaporkan, TPK akan mengambil data seperti tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang kemudian diinput kedalam aplikasi ELSIMIL, lalu para calon pengantin tadi akan memperoleh sertifikat “Siap Nikah Siap Hamil”.

“Nantinya sertifikat tersebut, setelah dilakukan komunikasi dengan kantor kementrian agama dan KUA di tingkat kecamatan, akan menjadi salah satu dokumen persyaratan untuk mendaftar nikah,” sambung dia.

Diakhir arahannya, dr. Anang mengingatkan kepada Tim Pendamping keluarga yang terdiri dari bidan, TP-PKK dan kader KB di setiap desa, untuk mendata dengan baik siapa-siapa saja yang akan menikah, yang sudah menikah dan akan memiliki anak, serta keluarga yang telah memiliki anak balita, sehingga dapat diseleksi rumah tangga mana saja yang beresiko mengalami stunting dan segera dilakukan upaya penanganan.

Wakil Bupati Banggai, Drs. H. Furqanudin Masulili juga hadir pada kegiatan tersebut. Mewakili Bupati, ia berpesan agar semua pihak dapat bekerja dan berkolaborasi dengan baik untuk mencapai target penurunan angka stunting nasional sebanyak 14 persen di tahun 2024.

Sebagai informasi, selain sambutan Wakil Bupati Banggai dan arahan Kepala Dinas P2KBP3A, ada juga agenda pembacaan ikrar TPK, penandatangan komitmen para pemangku kepentingan, dan penyerahan data dari pihak BKKBN pusat kepada Pemerintah Kabupaten Banggai.

Hadir pula kepala-kepala Organisasi Perangkat Daerah yang memiliki kaitan dengan penanganan stunting, Unsur Forkopimda Kabupaten Banggai dan Ketua TP-PKK Banggai, Ir. Hj. Syamsuarni Amirudin SE., MM.

(Afri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed