oleh

Fahruddin Rangga Reses Hari Ketiga Di Desa Bontokanang Takalar

Topikterkini.com-Takalar: Memasuki di hari ketiga Reses Masa Sidang Ketiga Tahun Anggaran 2021/2022, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari fraksi Golkar Daereh Pemilihan Gowa dan Takalar, Fahruddin Rangga, SE., MM telah melaksanakan lanjutan resesnya, Minggu (5/06/2022) di Desa Bontokanang Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar.

Kegiatan ini, di hadiri Kepala desa yang diwakili ibu Kades, perangkat desa, beberapa tokoh masyarakat dan masyarakat di daerah pesisir itu sangat antusias menghadiri rangkaian reses tersebut. Setiap kegiatan reses Fahruddin Rangga selalu membuka dialog dengan masyarakatnya. Dari tanya jawab ini memudahkan masyarakat menyalurkan aspirasi maupun masukan buat legislator.

Rangga, sapaan akrabnya, mengatakan masa reses adalah kesempatan besar dan sangat tepat untuk menyampaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang dialami di wilayah masing masing.

“Aspirasi akan tersalurkan dan diteruskan dalam masa masa persidangan dalam pembahasan anggaran dengan pihak eksekutif di DPRD Sulsel, sehingga masyarakat boleh dengan lepas tanpa beban berbicara dan mengungkapkan apa keresahannya dalam reses seperti ini,” sambung Rangga Anggota DPRD yang sudah dua periode mewakili masyarakat di parlemen Sulse.

Lebih jauh yang akrab disapa “Ketua” di dapilnya, memberi penjelasan dan mengingatkan bahwa pertemuan terbuka reses seperti ini merupakan wadah untuk mendengarkan dan menampung aspirasi masyarakat sehingga apapun kondisi yang terjadi dan dialami masyarakat wajib disampaikan,

“Kenapa reses ini sangat penting untuk di hadiri, karena dengan wadah seperti inilah kita dapat lebih mudah mendapatkan informasi dan masalah yang terjadi di tengah masyarakat,” kata Ketua FOPI Sulawesi Selatan.

Usai isoma, terlihat diskusi ringan dari beberapa tokoh masyarakat, diantaranya H. Buang, Dg. Nanring, Dg. Pasang dan seorang tokoh perempuan Dg. Rela yang mengharapkan adanya prioritas kebutuhan bantuan alat mesin pertanian, perbaikan dan normalisasi saluran drainase, hewan ternak, sarana dan prasarana perikanan, seperti berbagai alat tangkap, mesin kapal, serta kebutuhan bantuan perikanan lainnya,

Selain itu, masyarakat juga sangat mengharapkan penjelasan bagaimana prosedur mengusulkan proposal ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka sangat butuh perhatian terhadap perbaikan infrastruktur di desa. Alasannya, banyak yang sudah dalam kondisi memprihatinkan. Disisi lain, tidak tersedianya anggaran untuk mengatasi hal yang dikeluhkan masyarakat. Dari reses ini, masyarakat berharap ada bantuan penganggaran dari Pemprov Sulsel, baik yang bersifat belanja hibah maupun bentuk belanja lain.

Laporan: Rachim Kallo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.