oleh

Tindak lanjuti Perda No. 4 Tahun 2019 Tentang Sigi Hijau, Pemkab Lakukan Sosialisasi Arah Pembangunan 

Topikterkini.com.|SIGI – Bupati Sigi Mohamad Irwan,S.Sos.,M.Si. membuka secara resmi Sosialisasi Arah Pembangunan Hijau Kabupaten Sigi. Rabu, 29 Juni 2022.

 

Sosialisasi ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Tri Joko Haryanto dari Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI (bergabung melalui virtual), Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi Muh. Basir, Desriko Malayu Putra dari Sekretariat LTKL, para Pimpinan OPD Sulawesi Selatan (melalui virtual), Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah Dr.Irwan,S.Pd., M.Si. para pimpinan OPD Kabupaten Sigi atau yang mewakili, para Camat dan para Kepala Desa, serta Mitra-mitra pembangunan Kabupaten Sigi.

 

Bupati Sigi dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi menyadari untuk menjamin terciptanya pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup, maka perlu mengintegrasikan seluruh rangkaian prosesi Pembangunan Daerah pada segala sektor berlandaskan pada arah pembangunan berkelanjutan serta mengintegrasikan nilai, norma, kebiasaan, pengetahuan, pengalaman dan praktik kearifan lokal yang masih tetap hidup dan berkembang sesuai perkembangan sosial budaya masyarakat setempat.

 

Untuk Menindaklanjuti tujuan tersebut Pemerintah Kabupaten Sigi menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Sigi Hijau sebagai haluan dalam merancang model pembangunan kabupaten.

 

Sejak tahun 2021 Pemkab Sigi telah mendorong berbagai upaya dalam rangka mengimplementasikan kebijakan pembangunan hijau di tingkat kabupaten. Salah satunya dengan membangun sinergi pembangunan dengan Pemerintah Desa melalui pengembangan tema Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) sebagai insentif desa yang memiliki kinerja baik dalam pengelolaan lingkungan desa dan ketahanan pangan.

 

Pemerintah Kabupaten Sigi sedang merancang pemberian penghargaan daerah kepada pemerintah desa yang berprestasi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sigi.

 

Penghargaan dapat berupa Bantuan Keuangan Khusus (BKK), Bantuan Sarana Prasarana (SAPRAS), bantuan program /kegiatan dan lokasi pilot project kegiatan.

 

Kabupaten Sigi sangat beruntung bergabung dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

 

“Kedepan kita akan segera membentuk kelembagaan multipihak sebagai wadah koordinasi lintas sektor di Kabupaten Sigi.”Pungkas Bupati Sigi

 

“Kami harapkan OPD-OPD dapat bersinergi dalam berbagai inisiatif kegiatan.”

 

“Kami minta Bappeda untuk dapat menyelaraskan inisiatif program dengan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) agar setiap kegiatan memiliki hubungan dengan target kinerja daerah.”lanjutnya

 

Bupati juga berharap acara ini dapat memberikan informasi kepada kita semua mengenai arah pembangunan hijau Kabupaten Sigi yang harus kita dukung bersama dan terjalinnya kolaborasi multipihak dalam pembangunan Kabupaten Sigi.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Sigi dalam pemaparannya berharap DID peruntukannya untuk mendorong Sigi hijau secara keseluruhan sehingga ada keterlibatan OPD lain.

 

Berkaitan dengan TAKE, beliau berharap kepada Kepala Desa ada penekanan Pak Bupati bahkan sudah disurati agar memanfaatkan lahan 3 Ha yang ada ( bukan setelah selesai covid kita tidak urus lagi lahan ini) jadikan itu sebagai salah satu alat ukur kinerja

 

“Mulai tahun depan, di hari ulang tahun Kabupaten minimal 5 maksimal 10 Desa-desa terbaik pengelolaan sigi hijau akan kita berikan reward dari Pemerintah Daerah,”Ujarnya Wabup Sigi

 

Wabup juga menyampaikan, terkait pelaksanaan Festival Lestari dan Perbup Nomor 2 Tahun 2022 terkait pengurangan sampah sekali pakai dan sterafom

 

Tri Joko Haryanto dari Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam pemaparannya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kabupaten Sigi karena sudah meraih DID walaupun alokasinya masih kecil.

 

Tetapi Jangan melihat dari besar kecilnya suatu nilai tapi Sigi sudah ada di dalam teks karena dari 560-an daerah di Indonesia posisi sampai 2022 yang mendapatkan alokasi DID kinerja lingkungan hidup tidak lebih sekitar 30-an daerah artinya dari 560 Sigi sudah ada di jajaran juara.

 

“Mudah-mudahan DID 2023 nanti khusus untuk alokasi kinerja lingkungan hidup itu semakin besar.”harapnya.

Laporan: Alir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.