oleh

Tekan Inflasi, Dinas Perikanan Banggai Gelar Pasar Ikan Murah

Topikterkini.com.Banggai – Guna menekan inflasi yang diakibatkan kenaikan harga bahan bakar minyak dan sejumlah harga bahan pokok di Luwuk, Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Perikanan Banggai bekerjasama dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan (PSDKP) menggelar pasar ikan murah, Sabtu (24/9/2022), di halaman Kantor Camat Luwuk.

Dibuka sejak jam 7 pagi, masyarakat antusias mendatangi pasar murah yang juga menyediakan salah satu bahan pokok, yakni gula pasir.

Adapun jenis ikan yang dijual di antaranya malalugis (pelagis), deho (tongkol), layang, dan beragam jenis ikan batu yang dijual dengan harga terjangkau. Selain lebih murah, size (ukuran) ikan yang dijual juga lebih besar. Enam sampai delapan ekor malalugis, misalnya, dengan size besar dijual seharga Rp 20.000. Dengan size yang lebih kecil, jumlah ikan yang didapatkan bisa lebih banyak lagi.

Nisa, warga Kelurahan Luwuk, bersyukur dengan adanya pasar murah tersebut. Dia berharap pemda rutin menggelar pasar murah, khususnya untuk bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur.

“Bersyukur sekali bisa terbantu. Semoga bukan hanya (harga) gula yang turun, tapi semua sembako bisa turun,” ujarnya. Di pasar murah tersebut, gula pasir yang disediakan oleh Dinas Perdagangan Banggai, dijual Rp 13.500 per kilogram, atau di bawah harga pasar yang biasanya dijual Rp 15.000 per kilogram.

Saat ditemui di pasar murah, Plt Kadis Perikanan Banggai Rusdi Rachmat mengatakan, komoditas ikan tidak seperti bahan pokok lain. Menurutnya, komoditas ikan, khususnya untuk perdagangan lokal, tidak termasuk dalam bahan pokok yang diintervensi oleh pemerintah, baik harga, distribusi, maupun penyediaannya.

Terkait harga jual yang lebih murah, Rusdi mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan para penangkap dan pengumpul ikan yang ada di Luwuk maupun di kecamatan lain, sehingga harga ikan yang dijual di pasar murah lebih terjangkau.

Kadis Perikanan mengaku telah memutus satu rantai penjualan ikan. Sebelum sampai ke konsumen, hasil tangkapan biasanya melalui beberapa rantai distribusi. Dari nelayan atau penangkap, ikan dijual ke pengumpul. Para pengumpul kemudian menjualnya ke pengecer yang ada di pasar atau pelelangan ikan. Dinas Perikanan memutus rantai pengecernya. “Jadi dari penangkap atau pengumpul, langsung ke konsumen, tidak lewat pengecer lagi, makanya lebih murah,” ujar Rusdi.

Meski hanya digelar sehari, Rusdi juga berencana untuk menggelar pasar ikan murah di Kecamatan Luwuk Selatan dan Luwuk Utara. Namun, sebelum itu pihaknya akan melakukan evaluasi dan memastikan ketersediaan pasokan ikan. ”Ini sebagai langkah awal, nanti kita evaluasi,” ujarnya.

“Pasar ikan murah ini kita adakan sesuai instruksi Bupati Banggai agar OPD-OPD terkait membuat program untuk menurunkan inflasi,” terang Rusdi.

Sementara itu, Camat Luwuk Irfan Milang menegaskan, pasar murah yang difasilitasi pemerintah daerah merupakan upaya untuk menurunkan angka inflasi di Luwuk. Sebelum digelar, Camat Luwuk telah melakukan sosialisasi di kelurahan, kepala lingkungan, RW dan RT, agar informasi mengenai pasar ikan murah bisa diketahui masyarakat.

Selain mengurangi beban masyarakat atas kenaikan harga sejumlah bahan pokok, menurut Irfan, gelaran pasar ikan murah juga merupakan upaya untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat.

“Kuncinya adalah silaturahmi dengan masyarakat, sehingga keluhan-keluhan yang ada, bisa langsung kita respon,” ujar Camat Luwuk.

Irfan berharap para camat juga bisa menggelar pasar murah di wilayahnya masing-masing.

Laporan: Agnes

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *