Bantah Mangkir, Ini Alasan Humas PT. BNP Pimpinannya Tak Penuhi Panggilan Penyidik Polda Sultra

TOPIKterkini.com – KENDARI | Melalui humas PT. Bumi Nickle Pratama (BNP) Syafril Tamburaka membantah jika pimpinannya mangkir dari panggilan penyidik Polda Sultra, terkait undangan klarifikasi dugaan penambangan secara ilegal mining di blok Morombo, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Senin (18/9/2023).

Humas PT BNP Syafril Tamburaka mengatakan, bahwa pihaknya telah menyampaikan surat permohonan penjadwalan ulang pemeriksaan terhadap Direktur PT BNP ke penyidik.

“Kami sudah menyampaikan surat permohonan ke penyidik untuk menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap pimpinan kami. Karena bertepan dengan kegiatan di luar daerah, jadi bukan mangkir,” tegasnya.

Sementara itu, penyidik Tipidter Ditreskrimsus Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) hari ini, Senin 18 September 2023, menjadwalkan pemanggilan klarifikasi terhadap Direktur PT Buana Tama Mineralindo (BTM) dan PT Bumi Nickle Pratama (BNP) terkait dugaan penambangan ilegal dan perambahan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) tanpa izin di wilayah Blok Morombo, Kabupaten Konawe Uatara (Konut).

Berdasarkan undangan klarifikasi tersebut, pimpinan PT BTM, Anto dan Site Manager Arman, bersama dengan pemilik alat berat berupa 5 Unit Excavator dan 1 unit Dozer bernama Hariadi hadir. Sementara Direktur PT BNP, Azkiran Razak tidak hadir memenuhi panggilan dari penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra.

Dir Ditreskrimsus Polda Sultra Kombespol Bambang Wijanarko, melalui Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra Kompol Ronald Arron Maramis dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa Askiran mangkir dari pemeriksaan dengan alasan sedang berada diluar daerah.

“Alasan bersangkutan sedang berada di luar daerah, sampai sekarang handphonenya tidak aktif, meskipun ditelpon sama pemilik alat juga tidak bisa terhubung,” ujar Kompol Ronald.

Lanjut kata Kompol Ronald, polisi juga berencana untuk segera melakukan gelar perkara setelah mendapatkan hasil pemeriksaan dari saksi ahli yang akan memberikan pandangan mereka tentang kasus ini.

Hal ini sekaligus menjadi sinyal bahwa penegakan hukum akan tetap berlanjut, terlepas dari kehadiran atau ketidakhadiran pihak yang terlibat. Kompol Ronald menegaskan, jika pada undangan klarifikasi kedua nanti Askiran kembali tidak hadir, langkah selanjutnya akan menjadi lebih serius.

Pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini bisa dinaikkan ke tingkat penyidikan atau tidak.

Tindakan ini menunjukkan bahwa penegakan hukum akan terus berjalan, dan pihak berwenang akan mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk mengungkap kebenaran.

Sebelumnya, pada tanggal 15 September 2023, tim patroli ilegal mining dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra telah melaksanakan Operasi Ilegal Mining di wilayah Morombo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *